Situasi tersebut berpotensi meningkatkan permintaan terhadap makanan, minuman, dan berbagai produk pendukung kegiatan menonton bersama.
Rolland menilai pelaku usaha kuliner dapat memanfaatkan peluang tersebut dengan menyesuaikan jam operasional sesuai jadwal pertandingan yang sebagian besar berlangsung pada malam hingga dini hari waktu Indonesia.
Selain sektor kuliner, penjualan produk merchandise juga diperkirakan mengalami peningkatan.
Tingginya fanatisme pendukung terhadap negara maupun tim favorit mendorong masyarakat membeli berbagai atribut seperti jersey, kaus, topi, syal, hingga aksesori bertema sepak bola.
Di Kota Kupang, sejumlah pelaku usaha kreatif disebut telah mulai memanfaatkan momentum tersebut dengan memproduksi berbagai produk bertema Piala Dunia 2026.
Mulai dari kaus bergambar pemain bintang, desain bendera negara peserta, hingga slogan dukungan untuk tim favorit.
Rolland menilai fenomena tersebut menunjukkan bahwa ajang olahraga global dapat menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan apabila dimanfaatkan secara kreatif oleh pelaku UMKM.
Ia berharap momentum Piala Dunia 2026 mampu menjadi penggerak tambahan bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan pendapatan masyarakat selama berlangsungnya turnamen.
