TAJUKNASIONAL.COM Kepercayaan pasar Amerika Serikat terhadap produk udang Indonesia kembali pulih setelah pemerintah memastikan ekspor udang nasional terbebas dari kontaminasi Cesium-137. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), saat melepas ekspor udang ke AS di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (3/12/2025).
Zulhas menyampaikan bahwa peningkatan permintaan menunjukkan keyakinan pasar internasional terhadap standar keamanan pangan Indonesia. “Ini pesan penting bahwa kita mampu. Ada masalah, kita selesaikan cepat,” ujarnya dalam acara pelepasan ekspor 128 ton udang.
Baca Juga: Menko Zulhas Ungkap Potensi Rp60 Triliun dari Bisnis Pangan Haji dan Umrah
Amerika Serikat merupakan pasar terbesar bagi udang Indonesia, dengan nilai ekspor mencapai sekitar US$ 1 miliar per tahun, dari total pasar udang AS yang diperkirakan lebih dari US$ 6 miliar. Adapun pasar udang global bernilai lebih dari US$ 24 miliar. Menurut Zulhas, keberhasilan memulihkan akses ekspor membuktikan kemampuan Indonesia memenuhi standar mutu internasional serta menguatkan diplomasi dagang.
Ia juga menjelaskan bahwa keberhasilan memperoleh sertifikasi bebas Cesium-137 merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah Indonesia, otoritas Amerika, dan Bapeten. Zulhas menegaskan pentingnya konsistensi pengawasan mutu sekaligus diplomasi perdagangan untuk menjaga keberlanjutan ekspor. Menurutnya, proses pemulihan kepercayaan pasar dunia tidak terjadi secara instan.
Dalam pernyataannya, Zulhas mengungkap bahwa pemerintah juga menindaklanjuti temuan kontaminasi awal dengan menelusuri sumbernya. Satu perusahaan yang diketahui empat kali mengimpor bahan baku terpapar radiasi telah diminta menarik seluruh produk dan kini dihentikan operasionalnya sementara.
Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali melepas ekspor udang ke AS setelah sertifikasi bebas radiasi diperoleh. Pada pengiriman kali ini, total ekspor mencapai 182 ton dengan nilai sekitar Rp 25 miliar.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI



