TAJUKNASIONAL.COM Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan dampak banjir bandang yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Selain memulihkan akses jalan nasional, Kementerian PU melakukan penanganan terhadap sejumlah fasilitas publik, memperbaiki jaringan air bersih, serta menyiapkan langkah jangka panjang untuk bangunan yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan dukungan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Setelah akses jalan berhasil kembali dibuka, pembersihan lumpur dan material sisa banjir terus dilakukan untuk memastikan infrastruktur dapat digunakan secara aman dan nyaman oleh masyarakat.
“Insya Allah, dengan ikhtiar bersama seluruh unsur di lapangan, penanganan dapat terus dipercepat. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan terus hadir dan memberikan dukungan yang dibutuhkan masyarakat. Semoga Allah SWT memberi kelancaran dalam setiap ikhtiar dan melindungi masyarakat serta seluruh tim yang bertugas,” kata Menteri Dody.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan sebanyak 11 gedung perkantoran terdampak banjir.
Dari jumlah tersebut, tiga bangunan, yakni kantor DPRD, Sekretariat DPRD, dan kantor Dinas PUPR, mengalami kerusakan berat.
Ketiganya tidak direkomendasikan untuk direhabilitasi maupun direkonstruksi di lokasi semula.
Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, Maria Doeni Isa, menjelaskan bahwa relokasi diperlukan karena kondisi struktur bangunan sudah tidak memungkinkan untuk dipertahankan.
“Kemungkinan yang rusak berat itu harus direlokasi karena strukturnya itu sudah tidak bisa dan tidak layak bangunan tersebut direhab-rekon lagi. Pada prinsipnya tidak boleh membangun di lokasi yang sudah jadi aliran sungai,” ungkapnya.
Pada Jumat (25/9/2026), Kementerian PU melakukan pembersihan material banjir di Kantor DPRD dan Kantor Badan Pendapatan Daerah.
Penanganan tersebut didukung sejumlah alat berat, yakni satu unit excavator, empat unit dump truck, dan satu unit hydraulic breaker.
Selain menangani bangunan perkantoran, Kementerian PU juga melakukan pemulihan sejumlah fasilitas publik yang terdampak banjir.
Penanganan diarahkan pada Puskesmas Kayu Jao, Masjid Raya Ikhlas Ar-Rahman Kayu Aro, Mushalla Al-Izzah, serta akses di kawasan terdampak.
Di Puskesmas Kayu Jao, pekerjaan meliputi pembangunan kembali pagar yang roboh dan mengalami kemiringan.
Kementerian PU juga melakukan rekayasa saluran drainase di kawasan puskesmas agar terhubung dengan saluran pembuangan akhir.
Sementara itu, pembersihan material banjir di Masjid Raya Ikhlas Ar-Rahman Kayu Aro dilakukan dengan mengerahkan dua alat berat dan 30 orang pekerja.
Adapun di Mushalla Al-Izzah, pembersihan halaman dan drainase dilakukan secara manual, disertai peninggian elevasi halaman terhadap permukaan jalan.
Jalan Nasional Kembali Terbuka, Pasokan Air Bersih Dipulihkan
Pada sektor konektivitas, Kementerian PU sebelumnya telah berhasil membuka kembali ruas jalan nasional Bts.
Kota Solok–Lubuk Selasih yang sempat tertutup material banjir bandang sepanjang sekitar 150 meter.
Material lumpur yang menutup ruas jalan tersebut memiliki ketebalan sekitar 30–50 sentimeter.
Ruas jalan tersebut kembali dapat dilalui kendaraan dari kedua arah sejak Selasa (22/9/2026).
Meski akses telah terbuka, pembersihan material di sekitar lokasi masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dan nyaman bagi para pengguna.
Pemulihan juga dilakukan terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya layanan air bersih. Kementerian PU mempercepat perbaikan jaringan perpipaan PDAM yang mengalami kerusakan atau terputus akibat banjir.
Sambil proses perbaikan berlangsung, dukungan distribusi air bersih dilakukan sekitar 50 meter kubik per hari menggunakan tiga unit mobil tangki.
Rangkaian penanganan tersebut menunjukkan upaya Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembukaan kembali akses jalan, tetapi juga mencakup pemulihan fasilitas publik, layanan dasar masyarakat, serta penyiapan langkah yang lebih aman dan adaptif untuk mengurangi risiko dampak banjir pada masa mendatang.(hen)



' +
'