Menko PM juga menyoroti tantangan kesejahteraan di Banten, khususnya Kabupaten Lebak, yang menunjukkan urgensi peningkatan kualitas SDM sebagai kunci mobilitas sosial berkelanjutan. Pesantren diharapkan menjadi simpul pendidikan yang melahirkan santri mandiri, adaptif, dan berkontribusi bagi pembangunan sosial di sekitarnya.
Dukungan pengembangan Pesantren Darel Azhar diperkuat melalui kerja sama dengan mitra dari Kuwait berupa pembangunan sarana dan prasarana pesantren senilai sekitar Rp9,5 miliar. Bantuan tersebut meliputi asrama putra-putri, gedung belajar, gedung keterampilan, serta aula mini tahfidz Al-Qur’an.
Muhaimin menegaskan transformasi pesantren harus berjalan dengan peta jalan jangka panjang, mulai dari pemenuhan kelayakan fasilitas, penguatan akhlak, literasi digital, hingga pengembangan kemandirian ekonomi melalui BUMP dan unit usaha berbasis potensi lokal. “Pesantren harus menjadi kekuatan kolaborasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutupnya.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
