Menteri Iftitah: Indonesia Maju Ditentukan Talenta, Bukan Lagi Sekadar Kekayaan Alam

TAJUKNASIONAL.COM Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa kekuatan sebuah negara di era persaingan global tidak lagi hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga pada kemampuan menemukan, mengembangkan, dan mengelola talenta unggul yang mampu menghasilkan inovasi dan nilai tambah bagi bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Iftitah saat menutup Pembekalan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 di Bogor, Senin (27/7/2026). Menurutnya, Indonesia harus membangun ekosistem yang memungkinkan generasi muda berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan nasional.

“Kita sekarang sedang menuju Indonesia Maju. Kaya bukan hanya kaya uang, tetapi juga kaya pengetahuan, kaya ilmu, kaya hati, dan kaya dalam segala hal. Persoalannya adalah bagaimana kita mengelola talenta bangsa,” ujar Iftitah.

Baca Juga: Menteri Iftitah Kirim 1.476 Patriot Muda, Kawasan Transmigrasi Dibidik Jadi Pusat Ekonomi Baru

Ia menjelaskan, keberhasilan hilirisasi, industrialisasi, hingga lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru akan sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia. Karena itu, talenta tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, semangat belajar, kemampuan berkolaborasi, serta orientasi menyelesaikan persoalan masyarakat.

Sebagai perbandingan, Iftitah mengungkapkan sejumlah negara memiliki strategi berbeda dalam membangun talenta. Jepang mengembangkan pendekatan Brain Train, Australia menerapkan Brain Gain, Tiongkok menjalankan Brain Circulation, sedangkan India mengembangkan Brain Linkage melalui jejaring global warganya.

Menurutnya, Indonesia tidak perlu meniru sepenuhnya model negara lain. Fokus utama adalah membangun sistem yang mampu menemukan talenta, meningkatkan kapasitasnya, membuka ruang berkarya, dan memastikan hasil inovasi mereka memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam konteks tersebut, transformasi transmigrasi diarahkan menjadi ruang lahirnya inovasi dan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kawasan transmigrasi diposisikan sebagai tempat bagi talenta muda lintas disiplin ilmu untuk mengembangkan potensi daerah sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.

“Kementerian Transmigrasi bukan lagi sekadar memindahkan penduduk. Kita membangun peradaban dan memindahkan kehidupan. Karena itu, kita membutuhkan orang-orang yang mampu mengelola keberagaman dan menjawab persoalan di lapangan,” kata Iftitah.

Tim Ekspedisi Patriot 2026 sendiri diikuti 1.476 peserta yang tergabung dalam 246 tim. Mereka akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi di berbagai wilayah Indonesia untuk memetakan potensi daerah, mengidentifikasi tantangan pembangunan, dan menyusun rekomendasi berbasis ilmu pengetahuan guna mempercepat pengembangan kawasan transmigrasi.

IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini