TAJUKNASIONAL.COM Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong KICKFEST REDISCOVER XVII menjadi wadah untuk memperkuat brand lokal agar mampu naik kelas dari pasar daerah menuju nasional hingga global.
KICKFEST REDISCOVER XVII dijadwalkan berlangsung pada 11–13 Desember 2026 di Bandung. Agenda tersebut dinilai memiliki potensi untuk mempertemukan pelaku fesyen, musik, komunitas, kreator, kampus, dan berbagai ekosistem kreatif.
“Kami melihat acara ini sangat bagus dan dapat dikolaborasikan dengan program flagship Ekraf,” ujar Teuku Riefky saat menerima audiensi tim KICKFEST di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, penguatan pelaku usaha lokal tidak cukup hanya melalui kegiatan promosi. Aspek manajerial, literasi bisnis, sertifikasi, pembiayaan, hingga kesiapan memperoleh investasi juga perlu diperkuat agar brand lokal mampu berkembang secara berkelanjutan.
Kementerian Ekraf membuka peluang kolaborasi melalui program Creative by Indonesia dan Aktivasi Creative Hub. Kolaborasi tersebut dapat mencakup fashion showcase, exhibition brand binaan, talkshow, masterclass, kompetisi talenta fesyen, hingga aktivasi #BanggaFesyenLokal.
Sektor fesyen dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar. Berdasarkan data BPS yang diolah Kementerian Ekraf, subsektor ini menyumbang 58,55 persen ekspor ekonomi kreatif atau sekitar USD5,85 miliar. Fesyen juga berkontribusi 14,77 persen terhadap PDB ekonomi kreatif dengan pertumbuhan 5,07 persen.
“Potensi produksi lokal kita luar biasa, namun kerap tertahan di sisi manajerial,” kata Teuku Riefky.
KICKFEST sendiri lahir di Bandung pada 2007 dari komunitas Kreative Independent Clothing Kommunity (KICK). Mengusung tema “REDISCOVER”, edisi XVII diarahkan untuk menghidupkan kembali ekosistem distro dan membantu brand lokal melakukan scale up.
