TAJUKNASIONAL.COM Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong pemanfaatan teknologi blockchain untuk memperkuat pengelolaan kekayaan intelektual (KI) sekaligus menciptakan peluang bisnis baru bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
Hal itu disampaikan Teuku Riefky saat menjadi keynote speaker Indonesia Blockchain Week (IDBW) Summit 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (12/8/2026). Menurutnya, teknologi tersebut relevan dengan potensi besar talenta kreatif dan kekayaan intelektual Indonesia.
“Blockchain bukan hanya sebagai peluang teknologi baru, tetapi menjadi bagian dari ekosistem yang memperkuat IP, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Teuku Riefky.
Pemanfaatan teknologi tersebut sejalan dengan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 yang memperluas cakupan ekonomi kreatif dari 17 menjadi 21 subsektor. Di dalamnya termasuk teknologi baru seperti AI, blockchain, Internet of Things (IoT), Web3, dan cybersecurity.
Teuku Riefky menegaskan pemerintah ingin mendorong Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga menjadi negara yang menghasilkan solusi digital dan kekayaan intelektual berkelas dunia. Ekosistem blockchain dinilai dapat membuka skema pembiayaan berbasis IP serta memperkuat kepemilikan, lisensi, dan royalti.
Untuk menopang ekosistem tersebut, Kementerian Ekraf menyiapkan penguatan perlindungan IP, pengembangan talenta, akses pembiayaan, serta melibatkan 64 IP Valuators untuk meningkatkan valuasi karya kreatif nasional.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai blockchain juga berpotensi mempercepat transformasi digital nasional melalui tata kelola data yang lebih transparan dan mendukung pembangunan ekonomi.
“Blockchain dapat menjadi bagian dari transformasi digital dan memberi dampak nyata bagi pembangunan nasional,” kata Rachmat.
IDBW Summit 2026 berlangsung pada 12–13 Agustus dengan melibatkan pemerintah, industri, investor, startup, dan akademisi untuk membahas pengembangan ekonomi digital, Web3, tokenisasi, serta teknologi finansial.
