TAJUKNASIONAL.COM Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mempercepat pengembangan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Program tersebut salah satunya dijalankan di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang memiliki banyak lahan pertanian bergantung pada curah hujan. Kehadiran JIAT diharapkan mampu menjamin pasokan air bagi petani sepanjang musim tanam.
Dody menegaskan pembangunan JIAT tidak hanya berfokus pada penyediaan sumur bor dan pompa air. “JIAT harus dilengkapi jaringan saluran tersier yang disesuaikan dengan kondisi lahan agar distribusi air dapat menjangkau area pertanian secara optimal,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan irigasi air tanah menjadi solusi penting ketika sumber air permukaan mengalami penurunan, terutama saat musim tanam kedua. Karena itu, pengembangan infrastruktur sumber daya air terus diperkuat untuk mendukung peningkatan hasil produksi pertanian di daerah 3T.
Baca Juga: Menteri PU Targetkan Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Sumbar 2 Persen Per Hari
Selain pembangunan infrastruktur, Kementerian PU juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan melalui penggunaan panel surya guna menekan biaya operasional pompa air. Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga keberlanjutan layanan irigasi.
