Kemtrans, lanjutnya, menemukan sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) di kawasan transmigrasi memerlukan dukungan sistem pemeliharaan yang lebih baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami memandang perlu adanya dukungan bengkel atau layanan pemeliharaan di lokasi-lokasi yang menerima bantuan alsintan dalam jumlah besar sehingga investasi negara benar-benar memberikan manfaat yang berkelanjutan,” katanya.
Selain penguatan sarana pertanian, Kemtrans juga mengembangkan proyek percontohan budidaya ubi jalar sebagai bagian dari diversifikasi pangan nasional yang mempertimbangkan efisiensi penggunaan lahan dan air.
Sementara itu, Plt. Anggota IV BPK RI Nyoman Adhi Suryadnyana berharap hasil pemeriksaan mampu memperkuat tata kelola ketahanan pangan melalui perbaikan yang bersifat substantif, termasuk penguatan sistem informasi, harmonisasi regulasi, serta sinergi antarkementerian dan lembaga.
“Kami ingin melihat pelaksanaan ketahanan pangan benar-benar sesuai harapan Presiden dan BPK,” ujar Nyoman.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
