TAJUKNASIONAL.COM Indonesia mencatat produksi beras nasional sebesar 34,69 juta ton sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Capaian tersebut menjadi salah satu tonggak penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus menandai keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras lebih cepat dari target yang ditetapkan pemerintah.
Swasembada beras tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga kemampuan negara menjaga ketersediaan cadangan pangan dan mendukung kesejahteraan petani.
Dengan pasokan yang memadai, ketergantungan terhadap beras dari luar negeri diharapkan dapat ditekan.
Penguatan ketahanan pangan juga terlihat dari posisi cadangan beras pemerintah yang mencapai 4,61 juta ton per 19 September 2026.
Sementara itu, estimasi ketersediaan beras nasional pada September 2026 tercatat sebesar 26,91 juta ton, yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar 310 hari.
Pembenahan Tata Kelola Pupuk
Di balik peningkatan produksi beras, pemerintah melakukan pembenahan sektor pertanian dari hulu hingga hilir.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah menyederhanakan mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi agar lebih mudah diakses petani.
Melalui deregulasi distribusi, penyaluran pupuk diupayakan berlangsung lebih langsung dari produsen kepada petani.
Baca juga:Â Demokrat Apresiasi Swasembada Beras, Ingatkan Ketahanan Pangan Harus Menyeluruh
Penyederhanaan tersebut diharapkan mengurangi hambatan distribusi, memperkuat pengawasan, serta memastikan pupuk tersedia sesuai kebutuhan dan waktu tanam.

