Indonesia Bidik Investasi China untuk Kawasan Transmigrasi, Drone hingga Industri Pengolahan Jadi Fokus

TAJUKNASIONAL.COM Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menjajaki peluang investasi dan kerja sama industri dengan empat perusahaan Tiongkok di Beijing pada 12–18 Oktober 2026. Penjajakan tersebut diarahkan untuk memperkuat hilirisasi komoditas, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penciptaan lapangan kerja di kawasan transmigrasi.

Empat perusahaan yang ditemui dalam rangkaian kunjungan kerja Kementerian Transmigrasi itu adalah China National Township Enterprises Co., Ltd. (CNTEC), FAMSUN Group, Shenzhen DJI Innovations Co., Ltd. (DJI), dan Beijing Leili Marine Bioindustry Inc.

Iftitah menegaskan, pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi perlu diarahkan pada pengolahan hasil produksi di dalam negeri agar manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kita ingin lebih banyak produk diolah di Indonesia, lebih banyak nilai tambah tinggal di daerah, dan lebih banyak masyarakat memperoleh pekerjaan,” ujar Iftitah.

Dalam pertemuan dengan CNTEC, dibahas potensi perdagangan kacang hijau dan rumput laut. Berdasarkan paparan perusahaan, kontrak perdagangan kedua komoditas pada 2026 mencapai total 14.000 ton dengan nilai sekitar USD19,59 juta. Nilai tersebut merupakan kontrak perdagangan yang dipaparkan CNTEC, bukan investasi baru yang disepakati dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, FAMSUN menjajaki peluang pengembangan teknologi penyimpanan, logistik, dan pengolahan hasil pertanian. Adapun pembahasan dengan DJI mencakup pemanfaatan drone untuk penyemprotan, penebaran benih dan pupuk, serta kegiatan pertanian dan akuakultur lainnya.

Peluang hilirisasi rumput laut juga menjadi perhatian melalui penjajakan dengan Beijing Leili Marine Bioindustry Inc. Perusahaan tersebut memperkenalkan produk berbasis bioteknologi kelautan, termasuk biostimulan untuk mendukung produktivitas pertanian.

Kementerian Transmigrasi menilai peluang tersebut perlu ditindaklanjuti melalui kajian kesiapan lokasi, pasokan bahan baku, infrastruktur, teknologi, dan kemitraan dengan pelaku usaha lokal.

Kerja sama industri diharapkan tidak hanya memperluas perdagangan, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani, memperkuat UMKM, dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi.

Iftitah menekankan bahwa keberhasilan penjajakan investasi harus diukur melalui realisasi proyek produktif dan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan semata-mata jumlah perusahaan yang ditemui.

IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini