Kementrans Ubah Total Pola Transmigrasi, Lapangan Kerja Harus Ada Sebelum Penduduk Dipindahkan

TAJUKNASIONAL.COM Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mengubah pola penempatan penduduk dengan menempatkan potensi ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja sebagai dasar sebelum transmigran ditempatkan di suatu kawasan.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan paradigma tersebut menjadi bagian dari transformasi transmigrasi agar kawasan yang dikembangkan memiliki ekosistem ekonomi yang mampu menciptakan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mindset-nya berubah, bahwa transmigrasi bukan lagi tempatkan dulu, baru nanti lihat peluangnya, tetapi lihat dulu peluangnya, baru ditempatkan,” ujar Iftitah seusai Transmigration Executive Dialogue di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, pemerintah terlebih dahulu memetakan potensi industri, komoditas, infrastruktur, hingga ekosistem pendukung sebelum menentukan penempatan penduduk. Pengembangan kawasan diproyeksikan membutuhkan waktu 5 hingga 15 tahun, meski sejumlah wilayah strategis dapat berkembang lebih cepat.

Salah satu contoh pendekatan tersebut berada di Galang, Batam, Kepulauan Riau. Sekitar 300 hektare lahan transmigrasi diproyeksikan menjadi kawasan industri galangan kapal melalui kerja sama Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan investor dalam dan luar negeri.

Kawasan itu ditargetkan mampu menyerap hingga 21.000 tenaga kerja dalam lima tahun. Angka tersebut menunjukkan perbedaan produktivitas dibanding pola lama yang mengalokasikan lahan pertanian secara individual kepada keluarga transmigran.

“Jadi, penggunaan lahannya pun menjadi jauh lebih produktif,” kata Iftitah.

Kementrans juga memetakan wilayah potensial lain, termasuk Papua dan Sulawesi Barat yang memiliki potensi sumber daya logam tanah jarang.

Iftitah menekankan masyarakat lokal harus menjadi bagian dari rantai ekonomi kawasan. Ia mencontohkan sektor pertambangan di Maluku Utara yang mampu menyerap sekitar 60.000 tenaga kerja, tetapi bisnis pendukung belum optimal melibatkan pelaku usaha setempat.

Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, Kementrans menjalankan program Transmigrasi Patriot dengan melibatkan akademisi, peneliti, dan sumber daya manusia unggul untuk memetakan potensi serta meningkatkan keterampilan masyarakat sebelum industri masuk.

Dengan pendekatan itu, transmigrasi diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi daerah yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan, bukan sekadar program pemindahan penduduk.

IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini