Jumat, 16 Januari, 2026

Biaya Produksi 3 Kali Lebih Mahal dari Vietnam dan Thailand, Jadi Alasan RI Masih Impor Pangan

TAJUKNASIONAL.COM Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menyoroti tingginya biaya produksi sebagai penyebab utama Indonesia masih bergantung pada impor berbagai komoditas pangan strategis. Dalam acara Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi di Jakarta, Senin (8/12/2025), ia menyebut bahwa biaya produksi dalam negeri belum mampu bersaing dengan negara produsen utama di kawasan.

Zulhas mencontohkan selisih besar pada biaya produksi beras. Untuk menghasilkan 1 kilogram beras, petani Indonesia mengeluarkan biaya sekitar Rp13.000, sementara Vietnam hanya memerlukan sekitar Rp4.000.

“Kalau kita mau makan nasi, harus beli beras Rp14.000 karena ongkos produksinya saja sudah Rp13.000. Vietnam cuma Rp4.000. Jauh sekali,” ujarnya.

Baca Juga: Tak Ada Menteri yang Datang, Menko Zulhas Tunda Rapat Penetapan Neraca Komoditas Pangan 2026

Inefisiensi serupa juga terjadi pada komoditas gula. Thailand dapat memproduksi 1 kilogram gula dengan biaya Rp3.000, sedangkan Indonesia membutuhkan Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram.

“Thailand itu memproduksi 1 kg gula butuh Rp3.000. Kita butuh Rp13.000 sampai Rp15.000. Jauh sekali, sulit untuk maju,” kata Zulhas.

Ia menegaskan bahwa ketimpangan biaya produksi tersebut menjadikan impor masih sulit dihindari. Tahun lalu Indonesia mengimpor 4,5 juta ton beras, 6 juta ton gula, 3 juta ton kedelai, 2,8 juta ton garam, 2 juta ton jagung industri, dan 13 juta ton gandum.

Zulhas menyebut kondisi ini ironis bagi negara agraris dan menegaskan perlunya reformasi menyeluruh pada sektor pangan. Tiga kebijakan tengah diprioritaskan pemerintah, yaitu pemenuhan pupuk, perbaikan irigasi, dan kepastian harga bagi petani.

Ia mengklaim upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya produksi beras nasional.

“Tahun lalu kita impor beras 4,5 juta ton. Tahun ini impornya nol… produksi naik menjadi 34,77 juta ton sehingga surplus 4,77 juta ton,” pungkasnya.

IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini