Ketua Umum Partai Demokrat itu juga menekankan pentingnya integrasi pembangunan perkeretaapian dengan tata ruang dan pusat-pusat ekonomi agar berdampak optimal terhadap mobilitas barang dan penumpang. Ia mengingatkan pembangunan rel tidak boleh dilakukan secara parsial.
Di sisi lain, rencana pengembangan jaringan kereta api nasional juga mencakup reaktivasi jalur lama yang telah masuk dalam dokumen Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) 2030. PT Kereta Api Indonesia disebut mendukung langkah tersebut.
Target pengembangan jaringan mencakup berbagai wilayah. Di Sumatra, panjang jalur diproyeksikan mencapai sekitar 2.900 km, sementara Sulawesi sekitar 734 km dan Papua 100 km. Kalimantan direncanakan memiliki jaringan hingga 1.200 km. Adapun Jawa, Madura, dan Bali ditargetkan mencapai 5.590 km dari kondisi eksisting sekitar 4.900 km.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas nasional sekaligus menekan biaya logistik secara signifikan.
