TAJUKNASIONAL.COM Menteri Keuangan atau Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa merespons pernyataan “sell Indonesia” yang muncul dalam pemberitaan media internasional dan kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.
Ia menilai pandangan tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi ekonomi Indonesia secara utuh.
Purbaya mengatakan, pemerintah terus berupaya memberikan informasi yang lebih jelas kepada pelaku pasar dan investor mengenai kondisi ekonomi domestik.
Menurutnya, investor perlu melihat data fiskal dan ekonomi Indonesia secara lebih menyeluruh sebelum mengambil kesimpulan.
“Itu kan diterbitkan, saya baca di Bloomberg ya, itu salah satu penulis mungkin yang enggak tahu keadaan Indonesia seperti apa,” ujar Purbaya di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (6/6/2026).
Baca Juga: Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Sebut Tak Masuk Akal
Pernyataan “sell Indonesia” mencuat setelah Kepala Riset K2 Asset Management, George Boubouras, menyampaikan pandangannya terhadap Indonesia dalam laporan Bloomberg.
Manajer hedge fund yang mengelola aset sekitar US$4,3 miliar itu menyebut telah keluar dari seluruh investasinya di Indonesia sejak 2024.
“Sell Indonesia,” ujarnya. “Saya sama sekali tidak kenal Indonesia. Saya tidak akan memberi mereka kesempatan,” kata George dalam pemberitaan tersebut.
Menanggapi hal itu, Purbaya menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih berada dalam jalur yang baik. Ia menyebut pemerintah memiliki data dan indikator yang menunjukkan bahwa fundamental ekonomi nasional tetap kuat.
Menurut Purbaya, salah satu langkah pemerintah untuk memberi gambaran lebih jelas kepada investor adalah mempercepat pelaksanaan konferensi pers APBN Kita pada Jumat (5/6/2026).
Langkah tersebut dilakukan agar publik dan pelaku pasar memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi fiskal serta arah kebijakan ekonomi nasional.
“Teman-teman investor, tolong lihat lebih detail, pahami kondisi ekonominya seperti apa. Yang bisa saya katakan sekarang adalah fiskal bagus, ekonominya bagus,” ujar Purbaya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Berkelakar Menyesal Jadi Menteri: Harusnya Santai di LPS
Ia meminta investor tidak hanya melihat Indonesia dari satu sudut pandang.
Menurutnya, keputusan investasi seharusnya didasarkan pada pembacaan yang menyeluruh terhadap data ekonomi, kebijakan fiskal, arah pembangunan, dan stabilitas nasional.
Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah terus menjaga kepercayaan pasar melalui kebijakan yang terukur.
Ia menyebut kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto masih cukup kuat untuk memastikan strategi pembangunan berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan.
“Kepemimpinan Bapak Presiden masih cukup kuat untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan strategi pembangunan Bapak Presiden,” jelasnya.
Isu “sell Indonesia” menjadi sorotan karena menyangkut persepsi investor asing terhadap pasar Indonesia.
Namun, pemerintah menilai persepsi tersebut perlu diimbangi dengan penjelasan berbasis data agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru di kalangan pelaku pasar.
