Perpecahan Menguat? PSI Minta Ade Armando Introspeksi Usai Mundur dari Partai

TAJUKNASIONAL.COM Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia atau PSI Bidang Politik, Bestari Barus, menanggapi pernyataan Ade Armando terkait dinamika internal partai setelah dirinya resmi mundur sebagai kader. Bestari menilai Ade sudah terlalu jauh ikut mengomentari urusan internal PSI.

Pernyataan Bestari itu merespons kemunculan Ade dalam siniar kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking pada Senin, 11 Mei 2026. Dalam wawancara tersebut, Ade menyebut dirinya mendengar ada suara-suara di internal PSI yang sejak lama menginginkan dirinya keluar dari partai.

“Kami menilai Ade Armando sudah terlalu jauh masuk ke ruang yang dia tidak berkewenangan dan dia tidak kompeten,” ujar Bestari saat dihubungi, Rabu (13/5/2026).

Bestari mengatakan sejumlah pernyataan Ade dalam siniar tersebut memang cukup menggelitik. Namun, menurutnya, pernyataan itu bukan hal baru. Ia menegaskan Ade tidak pernah lagi dilibatkan dalam pengelolaan PSI setelah Kongres terakhir di Solo.

Menurut Bestari, posisi Ade selama ini hanya sebagai anggota biasa yang pernah mendapat kesempatan maju sebagai calon anggota legislatif dari PSI. Karena itu, ia menilai Ade tidak berada dalam kapasitas untuk mengomentari arah dan keputusan internal partai.

Baca Juga: PSI Terlibat Mediasi Grace Natalie dan Jusuf Kalla

“Untuk diketahui masyarakat umum juga bahwa Armando tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan PSI pasca kongres Solo. Sekadar anggota biasa yang kebetulan pernah diberi kesempatan untuk jadi Caleg PSI,” katanya.

Bestari juga meminta Ade lebih fokus melakukan introspeksi diri ketimbang mengurus institusi yang sudah tidak lagi menaunginya. Ia menegaskan PSI tidak akan terlibat dalam kasus hukum yang kini dihadapi Ade.

“Ada baiknya saudara Ade Armando introspeksi diri dan menata diri sendiri dan tidak turut campur mengurusi institusi PSI dari sini dan ke depan,” ujar Bestari.

Ade Armando sebelumnya resmi menyatakan mundur dari PSI pada Selasa, 5 Mei 2026. Dalam konferensi pers di kantor DPP PSI, Ade mengatakan keputusan itu diambil bukan karena konflik dengan PSI, melainkan agar kasus hukum yang dihadapinya tidak menyeret partai.

Ade saat itu tengah menghadapi laporan polisi terkait dugaan penghasutan dan ujaran kebencian dalam polemik potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla. Dalam penjelasannya, Ade menyebut persoalan hukum tersebut merupakan tanggung jawab pribadi, bukan sikap resmi PSI.

Baca Juga: PSI Lepas Tangan, Kasus Grace Natalie di Bareskrim Disebut Tanggung Jawab Personal

Namun, dalam siniar bersama Zulfan Lindan, Ade kembali membuka cerita soal suasana internal PSI. Ia mengaku mendengar ada pihak di partai yang menilai keberadaannya mengganggu proses rebranding PSI.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini