Memanas! PDIP Sindir Jokowi Gagal Bantu PSI, Bestari Barus Beri Balasan Menohok

TAJUKNASIONAL.COM Perseteruan politik antara Partai Solidaritas Indonesia atau PSI dan PDI Perjuangan kembali memanas.

Kali ini, kedua pihak saling sindir terkait rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi menjadi Ketua Dewan Pembina PSI.

Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, merespons pernyataan Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, yang sebelumnya menyindir Jokowi tidak mampu membantu PSI lolos ke parlemen saat masih menjabat presiden.

Guntur bahkan menyebut pengaruh Jokowi saat ini tidak akan banyak berarti karena sudah tidak lagi memegang jabatan.

Bestari membalas dengan mengatakan bahwa saat masih menjadi presiden, Jokowi memang tidak pernah secara terbuka menyatakan dukungan kepada PSI.

Baca Juga: Perjalanan Jokowi Keliling Indonesia Jadi Panggung Baru bagi PSI?

Menurutnya, hal itu dilakukan Jokowi demi menjaga posisi sebagai kepala negara dan stabilitas politik nasional.

“Memang pada waktu itu Pak Jokowi kan tidak menolong PSI, dan beliau tidak pernah menyatakan,” kata Bestari saat dihubungi, Kamis (28/5).

Bestari menilai kritik Guntur tidak melihat konteks politik saat itu. Ia menyebut Jokowi tidak pernah menyatakan berada di PSI, meski partai tersebut kini dipimpin putranya, Kaesang Pangarep.

Menurut Bestari, karena Jokowi tidak pernah terbuka mendukung PSI ketika masih menjabat presiden, efek elektoral atau coattail effect Jokowi justru tetap mengalir ke PDIP sebagai partai lama yang pernah menaunginya.

“Nah kalau dulu karena beliau tidak pernah menyatakan beliau itu di PSI, karena beliau sangat negarawan demi menjaga stabilitas politik nasional, yang tidak disadari itu oleh Guntur Romli, maka efek ekor jas itu jatuh kepada partainya yang lama, PDI itu,” ujar Bestari.

Pernyataan itu menjadi balasan langsung terhadap sindiran PDIP.

Bestari seolah menegaskan bahwa kegagalan PSI menembus parlemen pada periode sebelumnya bukan karena lemahnya pengaruh Jokowi, melainkan karena Jokowi belum menyatakan dukungan terbuka kepada PSI.

Bestari juga menyebut situasi politik saat ini sudah berubah. Menurutnya, Jokowi kini berulang kali menyampaikan keinginan untuk turun membantu PSI. Karena itu, ia meyakini dukungan terbuka Jokowi akan membawa dampak terhadap elektabilitas partai.

Ia bahkan menyebut para pemilih diam atau silent voters mulai memperhatikan arah politik Jokowi setelah mantan Wali Kota Solo itu disebut semakin dekat dengan PSI.

“Bahkan yang silent voters itu pun mulai bergeming, mulai berpikir, ‘Oh ternyata Pak Jokowi sekarang sudah PSI’,” kata Bestari.

Sebelumnya, Guntur Romli menyampaikan kritik keras terkait kabar Jokowi akan menjadi Ketua Dewan Pembina PSI. Ia menilai posisi tersebut tidak akan memberi pengaruh besar.

Baca Juga: PDIP Sindir Kabar Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI: Dulu Presiden Saja Gagal

“Secara logika sederhana saja, waktu Jokowi jadi Presiden tidak mampu meloloskan PSI ke Parlemen, apalagi sekarang tidak jadi apa-apa,” kata Guntur.

Pernyataan Guntur menunjukkan sikap PDIP yang semakin kritis terhadap manuver politik Jokowi dan PSI.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini