Dekat dengan Jokowi, Budi Arie Justru Ditolak PSI untuk Jadi Kader

TAJUKNASIONAL.COM Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menghadapi penolakan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) apabila hendak bergabung sebagai kader.

Sikap tersebut menjadi perhatian karena Budi Arie selama ini dikenal sebagai salah satu figur yang memiliki kedekatan politik dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.

PSI menegaskan tidak akan menerima Budi Arie sebagai anggota. Penolakan tersebut dikaitkan dengan pertimbangan mengenai rekam jejak serta kesesuaian nilai dan arah politik dengan partai yang kini dipimpin Kaesang Pangarep.

Ketua DPP PSI Dedek Prayudi menjelaskan bahwa proses penerimaan kader tidak hanya berkaitan dengan persyaratan administratif. Menurutnya, partai juga mempertimbangkan latar belakang serta kesesuaian pandangan politik calon anggota.

Dalam kasus Budi Arie, PSI menilai terdapat perbedaan pandangan mengenai arah pemerintahan.

Baca Juga: Pernyataan Budi Arie soal Pemilu Dipercepat Tuai Sorotan, Ini Penjelasannya

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pernyataan Budi Arie mengenai kemungkinan terjadinya perubahan atau percepatan pemilu sebelum jadwal 2029.

Pandangan tersebut dinilai tidak sejalan dengan sikap PSI yang menginginkan pemerintahan hasil pemilu tetap menjalankan mandatnya hingga akhir masa jabatan.

Karena itu, PSI menganggap Budi Arie tidak memenuhi kesesuaian nilai yang diharapkan dari seorang kader.

Penolakan terhadap Budi Arie juga menarik perhatian karena rekam jejak politiknya bersama Jokowi.

Budi Arie selama bertahun-tahun berada dalam lingkaran pendukung Jokowi melalui Projo, organisasi relawan yang aktif mengawal perjalanan politik Jokowi sejak Pilpres 2014.

Kedekatan tersebut kemudian berlanjut ketika Budi Arie masuk ke pemerintahan.

Ia pernah dipercaya menduduki posisi menteri dan menjadi salah satu figur yang cukup dikenal dalam barisan pendukung pemerintahan Jokowi.

Kini, posisi politik Budi Arie kembali menjadi sorotan setelah PSI secara terbuka menyatakan tidak membuka ruang baginya untuk menjadi kader.

PSI bahkan menyebut keputusan tersebut telah dikonsultasikan hingga jajaran pengurus di tingkat daerah dan cabang.

Dedek mengatakan hasil pengecekan internal menunjukkan adanya kesamaan sikap untuk tidak menerima Budi Arie. Dengan demikian, penolakan tersebut bukan hanya berasal dari pengurus pusat PSI.

Baca Juga: Wacana Pemilu Dipercepat Budi Arie Tuai Respons, Gerindra Pilih Fokus Prabowo

Sikap PSI sekaligus memperlihatkan upaya partai untuk memperketat proses rekrutmen politik.

Partai tersebut menyatakan tidak ingin menjadi tempat persinggahan bagi tokoh politik yang dinilai hanya mencari kendaraan atau panggung baru dalam perjalanan menuju kekuasaan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini