Turki Peringatkan Amerika Serikat, Serangan ke Iran Bakal Picu Dampak Mengerikan

TAJUKNASIONAL.COM Pemerintah Turki secara terbuka mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menahan diri dan tidak kembali memicu perang baru di Timur Tengah, khususnya dengan Iran.

Ankara menilai rencana atau ancaman serangan militer terhadap Teheran merupakan langkah keliru yang berpotensi membawa dampak mengerikan, tidak hanya bagi Iran tetapi juga bagi Amerika Serikat dan kawasan secara luas.

Peringatan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan.

Ia menegaskan bahwa konflik terkait program nuklir Iran seharusnya diselesaikan melalui jalur diplomasi, bukan konfrontasi militer yang berisiko memicu eskalasi lebih besar.

Baca Juga: Ketegangan Memuncak, 10 Kapal Perang Amerika Serikat Dikerahkan ke Timur Tengah

“Keliru jika memulai perang lagi,” kata Fidan dalam wawancara dengan Al Jazeera.

Menurut Fidan, Iran menunjukkan sinyal kesiapan untuk kembali ke meja perundingan. Karena itu, pendekatan diplomatik dinilai jauh lebih efektif dibandingkan ancaman kekuatan militer.

“Iran siap untuk kembali menegosiasikan masalah nuklir,” ucapnya.

Fidan menyarankan agar Amerika Serikat tidak memaksakan penyelesaian berbagai isu sekaligus kepada Teheran. Ia menilai strategi tersebut justru akan mempersulit proses dialog dan memperkecil peluang tercapainya kesepakatan yang berkelanjutan.

“Saran saya kepada teman-teman Amerika, selesaikan satu-satu masalah dengan Iran. Mulailah dengan masalah nuklir, tutup. Lalu, lanjut ke yang lainnya,” ucapnya.

“Jika Anda menyelesaikan semuanya sekaligus, akan sangat sulit bagi teman-teman Iran untuk mencerna dan benar-benar memprosesnya,” imbuh Fidan.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Hubungan kedua negara memburuk setelah terjadinya demonstrasi besar-besaran di Iran sejak 28 Desember yang berujung pada ribuan korban jiwa.

Baca Juga: Sepp Blatter Dukung Boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Isu Politik & Keamanan Jadi Alasan

Situasi tersebut turut menjadi latar belakang meningkatnya tekanan politik dan militer Washington terhadap Teheran.

Presiden Trump sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan militer apabila Iran menolak melanjutkan perundingan dan membuat kesepakatan baru terkait program nuklirnya.

Ancaman tersebut disampaikan bersamaan dengan pengerahan kapal induk USS Abraham Lincoln beserta armada pendukung ke kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, Iran menegaskan tidak gentar menghadapi ancaman Amerika Serikat.

Teheran bahkan menggelar latihan tempur berskala besar di Selat Hormuz sejak Selasa (27/1) hingga Kamis (29/1) sebagai bentuk kesiapsiagaan militer.

Iran juga mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara Timur Tengah agar tidak mengizinkan wilayah mereka digunakan oleh AS sebagai basis serangan terhadap Teheran. Sejumlah negara Arab dilaporkan telah berkomitmen untuk tidak membuka teritori mereka bagi operasi militer AS.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini