Ketegangan Memuncak, 10 Kapal Perang Amerika Serikat Dikerahkan ke Timur Tengah

TAJUKNASIONAL.COM Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa sebanyak 10 kapal perang AS kini telah dikerahkan dan bersiaga di wilayah tersebut.

Langkah militer ini menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan kesiapan Washington untuk menyerang Iran jika perundingan terkait program nuklir Teheran mengalami kegagalan.

Menurut keterangan pejabat AS yang dikutip media New Arab, Rabu (28/1), armada laut tersebut mencakup kapal induk USS Abraham Lincoln yang dilengkapi tiga kapal perusak pengawal serta skuadron pesawat tempur F-35C.

Kehadiran kapal induk ini menandai peningkatan signifikan postur militer AS di kawasan strategis yang kerap menjadi titik panas geopolitik dunia.

Baca Juga: Sepp Blatter Dukung Boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Isu Politik & Keamanan Jadi Alasan

Selain USS Abraham Lincoln, terdapat pula enam kapal perang AS lainnya yang saat ini beroperasi di Timur Tengah.

Armada tambahan itu terdiri dari tiga kapal perusak dan tiga kapal tempur pesisir yang bertugas memperkuat pengamanan jalur laut serta kesiapan tempur jika eskalasi konflik benar-benar terjadi.

Pengerahan besar-besaran ini muncul setelah Presiden Trump secara terbuka menyampaikan ultimatum kepada Iran.

Ia menegaskan Amerika Serikat siap melancarkan serangan militer apabila upaya diplomasi terkait denuklirisasi Iran tidak membuahkan hasil.

Trump menyatakan harapannya agar Teheran segera kembali ke meja perundingan demi mencapai kesepakatan baru.

“Semoga Iran segera ‘Duduk di Meja Perundingan’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata – TANPA SENJATA NUKLIR – kesepakatan yang menguntungkan semua pihak,” ujar Trump.

Ia juga memperingatkan bahwa waktu bagi Iran untuk bernegosiasi semakin sempit. Trump menekankan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan akan berujung pada konsekuensi yang jauh lebih berat dibandingkan operasi militer sebelumnya.

Baca Juga: Eks Bos FIFA Sepp Blatter Serukan Boikot Piala Dunia 2026 Amerika Serikat!

“Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting! Seperti yang pernah saya katakan kepada Iran sebelumnya, BUAT KESEPAKATAN!” imbuhnya.

Trump bahkan mengancam bahwa serangan lanjutan terhadap Iran akan lebih buruk dari Operasi Midnight Hammer, merujuk pada serangan AS terhadap sejumlah fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu. Serangan tersebut dilakukan ketika AS membantu sekutu dekatnya, Israel, dalam konflik yang dikenal sebagai Perang 12 Hari.

Pemerintah Amerika Serikat mengklaim gempuran itu menyebabkan kerusakan signifikan pada beberapa fasilitas nuklir Iran.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini