Karena itu, PSSI mulai menyusun konsep baru agar Piala Presiden memiliki peran yang lebih strategis dalam mendukung prestasi sepak bola Indonesia di level internasional.
Salah satu opsi yang sedang dibahas adalah menjadikan turnamen tersebut sebagai ajang yang dapat dimanfaatkan Timnas Indonesia untuk meningkatkan kualitas permainan melalui pertandingan berlevel internasional.
PSSI juga membuka peluang menghadirkan negara-negara lain dalam sebuah turnamen mini maupun laga uji coba berkualitas.
Dengan demikian, skuad Garuda diharapkan memperoleh pengalaman bertanding yang lebih kompetitif tanpa harus bergantung pada agenda FIFA Matchday.
Meski mengalami perubahan konsep, Erick memastikan nama Piala Presiden tetap dipertahankan.
Menurutnya, turnamen tersebut sudah memiliki nilai historis dan menjadi bagian dari identitas sepak bola Indonesia sehingga tidak perlu diganti.
Ia menegaskan, PSSI masih memerlukan waktu untuk mematangkan format dan mekanisme penyelenggaraan turnamen tersebut.
Sejumlah pembahasan akan dilakukan bersama berbagai pihak sebelum konsep final diumumkan kepada publik.
Baca juga: Jadwal Lengkap Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Persib vs Arema Jadi Pembuka
Apabila rencana tersebut terealisasi, Piala Presiden akan memasuki era baru sebagai turnamen yang tidak lagi berorientasi pada persiapan klub, melainkan menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pembinaan dan peningkatan performa Timnas Indonesia menuju berbagai ajang internasional.
