Dari level saat ini sekitar 600–700 MMSCFD, produksi dapat melonjak menjadi 2.000 MMSCFD pada 2028 dan mencapai 3.000 MMSCFD dalam beberapa tahun berikutnya.
Sorotan media internasional juga mengaitkan temuan ini dengan dinamika energi global, terutama di tengah ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Dalam konteks tersebut, langkah Indonesia memperkuat pasokan energi domestik dinilai semakin penting.
Data dari International Energy Agency (IEA) menunjukkan bahwa gas alam memiliki peran signifikan dalam bauran energi Indonesia.
Dengan adanya temuan baru ini, peluang Indonesia untuk meningkatkan kemandirian energi dinilai semakin terbuka lebar.
