TAJUKNASIONAL.COM Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak berlawanan dengan pasar saham Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (22/9/2026).
IHSG merosot 1,69 persen ke level 6.277, sekaligus menjadi posisi terendah dalam satu bulan terakhir.
Penurunan IHSG terjadi ketika bursa saham Amerika Serikat justru menguat. Nasdaq mencatat kenaikan 2,26 persen dan menembus rekor, didorong penguatan saham-saham teknologi yang berkaitan dengan pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Di pasar domestik, tekanan terutama datang dari saham sektor energi dan perbankan. Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tercatat turun 9,71 persen, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 3,64 persen.
Dalam sebulan terakhir, IHSG telah terkoreksi sekitar 3,45 persen. Pada periode yang sama, rupiah melemah 0,73 persen terhadap dolar AS, sedangkan harga emas turun sekitar 6,20 persen.
Baca juga: [Berita Utama] IHSG Berbalik Menguat Saat Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan di DPR
Pergerakan pasar juga dibayangi keputusan Bank Indonesia mengenai suku bunga acuan. Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) September dijadwalkan diumumkan Rabu (23/9/2026).

