IHSG Anjlok Saat Wall Street Cetak Rekor, Pasar Menanti Keputusan BI

Konsensus analis memperkirakan BI mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen.

Tekanan eksternal masih menjadi perhatian investor. Imbal hasil Surat Utang Negara (SBN) tenor 10 tahun berada di sekitar 7,12 persen, sementara yield US Treasury (UST) 10 tahun mendekati 5 persen.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian terhadap pergerakan rupiah. Sejumlah analis menilai ruang kebijakan moneter BI perlu dicermati apabila tekanan dari pasar global berlanjut.

Selain suku bunga, investor juga memantau perkembangan harga minyak dunia. Harga minyak Brent dilaporkan mengalami penurunan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir seiring munculnya harapan terhadap pemulihan pasokan.

Di tengah ketidakpastian pasar, investor dinilai perlu memperhatikan likuiditas dan diversifikasi portofolio.

Baca juga: IHSG Anjlok, Airlangga Jadikan Momentum Reformasi Pasar Modal

Instrumen pasar uang dan pendapatan tetap berdurasi pendek menjadi sejumlah pilihan yang dapat dicermati, sementara emas dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari diversifikasi jangka panjang.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini