Karena itu, pemerintah akan melakukan pemetaan kebutuhan tenaga ahli agar jumlah lulusan dan kompetensinya selaras dengan kebutuhan dunia industri.
Ia menambahkan, kementeriannya akan berkoordinasi dengan perguruan tinggi untuk memastikan kurikulum dan program pendidikan dapat menyesuaikan perkembangan sektor industri nasional.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kesenjangan antara kebutuhan tenaga kerja dan ketersediaan lulusan.
Menurut Brian, Presiden juga meminta agar perencanaan kebutuhan SDM dilakukan secara terukur.
Dengan demikian, pemerintah dapat memastikan ketersediaan tenaga ahli di bidang-bidang yang menjadi prioritas pembangunan, termasuk sektor kelistrikan dan industri berbasis hilirisasi.
Pemerintah berharap sinergi antara dunia pendidikan dan industri dapat mempercepat transformasi ekonomi nasional sekaligus mendukung target pembangunan jangka panjang Indonesia.
