TAJUKNASIONAL.COM Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto Kembali naik podium dan berpidato di hadapan khalayak ramai.
Kali ini, sejumlah hal penting disampai Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di Musyawarah Nasional Alim Ulama Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026.
Yang digelar di Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (24/6/2206) tadi.
Dalam kesempatan tersebut satu di antara perihal yang dipaparkan Presiden Prabowo Subianto adalah soal perkembangan ekonomi di Indonesia saat ini.
Serta berbagai kebijakan terkait yang telah dibuat Pemerintah Indonesia di bidang ekonomi saat ini.
Baca Juga: Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode, PDIP: Memang Pak Prabowo Sudah Pasti Mau?
Beberapa isu strategis yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato tersebut adalah soal praktek underinvoicing.
Yang saat ini tengah coba diberantas oleh Pemerintah Indonesia di Bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Praktik Underinvoicing sendiri secara umum dikenal sebagai tindakan manipuilatif dalam dunia usaha.
Di mana nilai atau harga barang yang tercantum dalam dokumen resmi (seperti faktur atau invoice) dilaporkan lebih rendah daripada nilai transaksi yang sebenarnya
Praktik semaca ini, umumnya ditemukan dalam aktivitas ekspor-impor.
Baca Juga: PKB Heran Jokowi Dorong Prabowo-Gibran Dua Periode, Sebut Terlalu Dini
Dan di atas kertas, tindakan ini memberikan kerugian bagi negara.
Lantaran dokumen ekspor atau impor agar tercatat lebih rendah dari nilai transaksi sebenarnya tersebut, memicu hilangnya potensi pendapatan negara.
