Suasana Haru Iringi Hari Perdana MPLS Sekolah Rakyat Sragen, Anak Buruh Melangkah Wujudkan Cita-Cita

TAJUKNASIONAL.COM Sebanyak 250 peserta didik memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa (14/7/2026).

Momen hari pertama sekolah berasrama tersebut berlangsung penuh haru dan kebahagiaan ketika para siswa diantar oleh orang tua mereka untuk memulai perjalanan pendidikan di lingkungan sekolah yang baru.

Sekolah Rakyat yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menghadirkan berbagai fasilitas modern dalam satu kawasan terpadu.

Infrastruktur tersebut dirancang untuk menunjang proses pembelajaran sekaligus pembentukan karakter peserta didik. Kondisi itu membuat banyak siswa dan orang tua terkesan saat pertama kali melihat lingkungan sekolah.

Salah satu siswa baru jenjang SMA, Ade Bryan Juniano, mengaku kagum dengan bangunan dan fasilitas yang tersedia di SRT 1 Sragen.

Putra seorang buruh asal Kecamatan Sukodono itu berharap dapat meraih cita-citanya menjadi anggota TNI melalui kesempatan belajar di Sekolah Rakyat.

“Fasilitas dan bangunan-bangunan Sekolah Rakyat sangat megah sekali, dan saya sangat-sangat takjub melihatnya dan penasaran ingin keliling lebih lanjut melihat bangunan-bangunan yang megah. Fasilitasnya juga sangat mencukupi,” ungkapnya.

Rasa syukur juga disampaikan Taufik Widodo, orang tua siswa asal Kalijambe yang bekerja sebagai buruh serabutan.

Menurutnya, keterbatasan ekonomi sempat menjadi kendala untuk melanjutkan pendidikan anaknya ke jenjang SMA.

Kehadiran Sekolah Rakyat dinilainya menjadi solusi yang sangat membantu bagi keluarga seperti dirinya.

“Untuk fasilitas, saya lihat keliling tadi. Saya rasa ini sekolahan yang luar biasa: fasilitas kelas, toilet, masjid, asrama. Fasilitasnya bagus dan yang jelas semuanya gratis. Program SR ini saya kira bagus, terutama bagi kami rakyat kecil yang terbentur oleh biaya. Ini sangat membantu sekali,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Sekolah SRT 1 Sragen, Giyatno, memastikan seluruh kebutuhan untuk pelaksanaan MPLS telah dipersiapkan.

Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah tersebut berlangsung mulai 14 hingga 31 Juli 2026 dengan total peserta sebanyak 250 siswa, terdiri atas 10 siswa jenjang SD, 120 siswa SMP, dan 120 siswa SMA.

“Untuk kegiatan kelas, kursi dan meja belajarnya sudah siap. Kemudian, untuk tempat asrama sudah dipersiapkan asrama putra dan putri. 1 asrama ada yang 16 siswa dan 20 siswa. Kelengkapan tempat permakanan tadi kita sudah cek juga. Sudah siap. Kemudian tempat aula dan tempat ibadah sudah kita cek juga, sudah siap,” jelasnya.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” ujar Menteri Dody.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sragen dibangun di atas lahan seluas 5,9 hektare.

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) bersama PT Minarta melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) dengan nilai kontrak sekitar Rp218 miliar.

Hingga 12 Juli 2026, progres pembangunan telah mendekati 100 persen sehingga fasilitas sekolah mulai dimanfaatkan untuk pelaksanaan MPLS.

Kompleks sekolah ini dilengkapi dengan berbagai sarana yang terintegrasi, mulai dari gedung pembelajaran untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, lapangan upacara, guest house, tempat ibadah, kantin, hingga dapur.

Selain itu, tersedia pula fasilitas olahraga berupa lapangan mini soccer dan lapangan voli untuk menunjang aktivitas para siswa.

Dengan dukungan fasilitas yang lengkap dan modern, Sekolah Rakyat Sragen tidak hanya menghadirkan akses pendidikan gratis bagi masyarakat, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengejar cita-cita dan meraih masa depan yang lebih baik. (hen)

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini