TAJUKNASIONAL.COM Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa pekan terakhir diperkirakan memberikan tekanan signifikan terhadap kinerja ekonomi daerah. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dipastikan ikut terdampak akibat terhentinya kegiatan ekonomi serta kerusakan berat pada infrastruktur utama.
Airlangga menyampaikan bahwa perlambatan tersebut merupakan konsekuensi yang tidak terhindarkan karena akses logistik, perdagangan, dan distribusi barang di wilayah bencana mengalami gangguan serius.
“Memang pertumbuhan di daerah bencana dipastikan akan turun yaitu Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Kita prihatin dengan situasi yang ada,” ujarnya saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025).
Baca Juga: Hadiri Jakarta X Beauty 2025, Menko Airlangga: Industri Kecantikan Tumbuh Double Digit di 2025
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mempercepat pemulihan melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, khususnya untuk memperbaiki sarana vital yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat, seperti jalan, jembatan, fasilitas umum, dan sentra perdagangan.
“Dan tentu akan ada program untuk perbaikan infrastruktur ke depannya, rehabilitasi,” jelasnya.
Meski tekanan ekonomi daerah terdampak diperkirakan cukup berat, Airlangga memastikan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional masih berada dalam jalur optimistis. Pemerintah menargetkan laju pertumbuhan nasional berada di kisaran 5,4 hingga 5,6 persen.
“Sedangkan yang lain kita tetap akan memacu di angka 5,4 sampai 5,6 persen,” tegasnya.
Dengan dukungan percepatan pemulihan dan penguatan koordinasi lintas lembaga, pemerintah berharap aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah bencana bisa kembali pulih secara bertahap.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI



