TAJUKNASIONAL.COM Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat langkah pengembangan industri perfilman nasional melalui penyusunan kebijakan berbasis data. Upaya tersebut dilakukan dengan menjajaki kemitraan strategis bersama platform analitik perfilman, Cinepoint, guna mendukung pertumbuhan industri yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat menerima audiensi jajaran Cinepoint di Autograph Tower, Thamrin Nine, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
“Kementerian Ekraf ingin ekosistem perfilman Indonesia semakin besar, berkualitas, dan berkelanjutan. Selain memperluas akses layar dan distribusi film nasional, kami juga ingin memperkuat kebijakan berbasis data agar mampu mendorong investasi, diversifikasi konten, serta kolaborasi internasional,” ujar Teuku Riefky.
Baca Juga: 74 Persen Daerah Belum Punya Bioskop, Kementerian Ekraf Dorong Solusi Bioskop Modular
Menurutnya, ketersediaan data industri yang komprehensif akan membuat kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran. Berdasarkan data Cinepoint, pangsa pasar film Indonesia telah melampaui 60 persen pada 2025. Sementara pada semester pertama 2026, sebanyak 15 film nasional berhasil menembus lebih dari satu juta penonton.
Kementerian Ekraf juga tengah menyiapkan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Cinepoint untuk mengembangkan infrastruktur data dan layanan analitik industri perfilman.
Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Kementerian Ekraf, Agus Syarip Hidayat, mengatakan data yang dimiliki Cinepoint akan menjadi referensi penting dalam penyusunan program dan kebijakan pemerintah bagi sektor perfilman.
Sementara itu, Director sekaligus Cofounder Cinepoint, Vincent Putera, menjelaskan pihaknya tengah mengembangkan Cinepoint Pro, platform analitik berbasis Software as a Service (SaaS) yang menyajikan data box office, tren media sosial, efektivitas pemasaran, hingga demografi penonton. “Kami ingin menghadirkan transparansi data sehingga seluruh pelaku industri memiliki tolak ukur yang jelas dan membuka lebih banyak peluang pengembangan perfilman nasional,” kata Vincent.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
