Harga Kelapa Naik Hingga 6 Kali Lipat, Hilirisasi Ubah Wajah Ekonomi Halmahera Utara

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan harga kelapa yang sebelumnya hanya berkisar Rp500 hingga Rp700 per butir kini meningkat menjadi Rp2.500 hingga Rp3.000 per butir seiring tumbuhnya industri pengolahan di daerah tersebut.

Menurut Iftitah, perubahan itu menjadi bukti bahwa hilirisasi mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dibanding hanya mengandalkan penjualan bahan mentah.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, kita diminta melakukan industrialisasi dan hilirisasi. Hari ini kita melihat langsung bagaimana industri dan hilirisasi mampu membentuk ekosistem ekonomi baru yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat meninjau PT Natural Indococonut Organik (NICO) di Halmahera Utara.

Baca Juga: Kawasan Transmigrasi Salor Disiapkan Jadi Pusat Riset Padi dan Pendidikan Pertanian di Papua Selatan

Selain meningkatkan harga jual hasil panen, industri pengolahan kelapa juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Kementerian Transmigrasi mencatat sekitar 85 persen pekerja yang terlibat merupakan masyarakat lokal.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini