TAJUKNASIONAL.COM Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor maritim harus berjalan beriringan untuk mewujudkan Indonesia yang maju.
Di hadapan 708 taruna dan taruni Akademi Angkatan Laut (AAL), ia menyampaikan bahwa kedua sektor tersebut merupakan fondasi penting dalam menjaga kedaulatan negara, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat kesiapan bangsa menghadapi dinamika global.
Pesan itu disampaikan Menko AHY saat memberikan kuliah umum dan berdialog dengan para taruna dan taruni AAL di Bumi Moro, Surabaya, Selasa (23/6/2026).
Dalam paparannya, Menko AHY menjelaskan bahwa dunia saat ini dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks.
Mulai dari dinamika geopolitik, ketidakpastian keamanan internasional, hingga perlambatan ekonomi global yang turut memengaruhi berbagai negara, termasuk Indonesia.
“Saat ini dunia sedang menghadapi berbagai gejolak dan ketidakpastian, baik yang terkait geopolitik, keamanan internasional, maupun dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Semua ini menuntut kita mempersiapkan generasi terbaik bangsa yang mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Menko AHY.
Ia menilai Indonesia memiliki modal besar berupa wilayah yang luas, kekayaan sumber daya alam, dan bonus demografi.
Namun, seluruh potensi tersebut hanya akan memberikan manfaat optimal apabila didukung oleh sumber daya manusia yang unggul serta pembangunan yang mampu meningkatkan daya saing bangsa.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, lanjut Menko AHY, Indonesia juga memerlukan kekuatan maritim yang tangguh untuk menjaga kedaulatan wilayah sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan sektor kemaritiman tidak dapat dipisahkan dari pembangunan infrastruktur nasional.
Penguatan pelabuhan, industri galangan kapal, jalur pelayaran, hingga pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam strategi tersebut.
“Kita ingin memastikan seluruh potensi maritim Indonesia dapat didayagunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Karena itu, pembangunan infrastruktur kemaritiman dan penguatan Angkatan Laut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” papar Menko AHY.
Ia menambahkan, konektivitas maritim yang kuat akan memperlancar arus perdagangan dan distribusi logistik nasional.
Di sisi lain, hal tersebut juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang mampu menjaga wilayah perairannya sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi kelautan.
Menko AHY menegaskan bahwa kekuatan pertahanan nasional tidak dapat dipisahkan dari kekuatan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi yang sehat akan memberikan ruang yang lebih luas bagi negara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat industri strategis nasional, dan memodernisasi alat utama sistem persenjataan.
“Diplomasi selalu berawal dari apa yang terjadi di dalam negeri kita. Karena itu, ekonomi harus tumbuh dengan baik. Dengan ekonomi yang kuat, kita memiliki kemampuan yang lebih besar untuk memajukan sumber daya manusia dan kekuatan pertahanan nasional,” jelas Menko AHY.
Di hadapan para taruna dan taruni AAL, Menko AHY juga menyoroti pentingnya membangun kemandirian teknologi pertahanan melalui kerja sama yang saling menguntungkan dengan negara-negara sahabat.
Kerja sama tersebut, menurutnya, dapat diwujudkan melalui transfer pengetahuan, transfer teknologi, riset bersama, maupun produksi bersama.
“Kita tidak perlu malu belajar dari negara yang lebih maju. Tetapi tujuan akhirnya harus jelas, yaitu membangun kemampuan dan teknologi bangsa sendiri sehingga Indonesia semakin mandiri,” ucap Menko AHY.
Selain membahas penguatan teknologi pertahanan, Menko AHY juga menekankan pentingnya diplomasi pertahanan dalam menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional.
Menurutnya, Angkatan Laut memiliki peran strategis sebagai salah satu garda terdepan diplomasi Indonesia melalui berbagai kerja sama maritim dan keamanan kawasan.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan di sektor maritim bukan hanya berkaitan dengan persaingan geopolitik, tetapi juga berbagai ancaman nyata seperti illegal fishing, perdagangan manusia, penyelundupan narkotika, dan berbagai aktivitas lintas negara lainnya yang melanggar hukum.
Karena itu, diplomasi dan kekuatan pertahanan harus berjalan seiring untuk menjaga kepentingan nasional.
“Negara harus memiliki kesiapan dan kemampuan untuk mempertahankan kepentingannya. Jika ingin damai, kita harus siap menjaga dan mempertahankan perdamaian itu sendiri,” tegas Menko AHY.
Menutup kuliah umumnya, Menko AHY menyampaikan optimisme terhadap generasi muda Indonesia, khususnya para taruna Akademi Angkatan Laut yang tengah dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan sekaligus penjaga kedaulatan bangsa.
“Pada akhirnya, yang kita cita-citakan adalah Indonesia yang aman, damai, berdaulat, dan sejahtera. Semoga para taruna dan taruni yang sedang menempuh pendidikan hari ini kelak menjadi pemimpin-pemimpin yang mampu menjaga masa depan bangsa,” pungkas Menko AHY.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Akademi Angkatan Laut, Laksamana Muda TNI Sigit Santoso, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menko AHY.
Ia berharap materi yang disampaikan dapat memperkaya wawasan para taruna dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.
Menurutnya, AHY juga diharapkan dapat menjadi role model bagi para calon perwira agar mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi bangsa dan negara.
Turut mendampingi Menko AHY, Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal; Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Herzaky Mahendra Putra dan Irjen Pol. Arif Rachman serta Tenaga Ahli Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Andi Mattalitti. (hen)



' +
'