Pertamina Pastikan Stok BBM Aman saat Mudik 2026, DPR RI Soroti Pernyataan Menteri ESDM

TAJUKNASIONAL.COM Menjelang puncak arus mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri 2026, kepastian ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) menjadi perhatian publik.

Kebutuhan energi yang biasanya melonjak pada masa Lebaran membuat jaminan stok dan distribusi BBM menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di berbagai daerah.

Di tengah meningkatnya kebutuhan tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI, Ida Nurlela, menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina atas kesiapan stok BBM nasional.

Apresiasi itu disampaikan usai mendengar langsung paparan dari jajaran direksi PT Pertamina dalam kunjungan kerja Reses Komisi VI DPR RI ke Surabaya, Jawa Timur, Jumat (6/3/2026).

“Dari penjelasan PT Pertamina tadi terungkap bahwa stok BBM dalam negeri termasuk pendistribusiannya ke berbagai daerah menjelang Mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri dalam kondisi cukup atau aman. Saya tentu mengapresiasi hal tersebut,” ujar Ida.

Baca Juga: Kemenko Kumham Imipas Canangkan Zona Integritas WBK dan WBBM

Namun demikian, Ida juga menyoroti adanya perbedaan pernyataan antara penjelasan Pertamina dan statemen Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang sebelumnya menyebut stok cadangan BBM Indonesia hanya mampu bertahan selama 21 hari.

Menurut Ida, perbedaan informasi tersebut berpotensi menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Ia menilai isu energi, terutama menjelang momentum mudik Lebaran, harus dikomunikasikan secara hati-hati agar tidak memicu keresahan publik.

“Pernyataan bahwa stok BBM hanya bertahan sekitar 20 atau 21 hari berpotensi menimbulkan panic buying di masyarakat. Padahal dari penjelasan Pertamina, cadangan dan distribusi BBM sudah disiapkan dengan baik alias aman,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah segera memberikan penjelasan yang utuh dan mudah dipahami masyarakat mengenai kondisi stok maupun cadangan BBM nasional.

Menurutnya, klarifikasi resmi diperlukan agar publik tidak salah menafsirkan kondisi pasokan energi dalam negeri, apalagi permintaan BBM diperkirakan meningkat selama musim mudik dan arus balik Lebaran.

Ida menegaskan bahwa penjelasan teknis yang disampaikan Pertamina seharusnya juga dibuka kepada masyarakat luas.

Dengan begitu, warga dapat memahami konteks sebenarnya dari pernyataan soal cadangan BBM 21 hari tersebut.

Baca Juga: Bahlil Rapat hingga Jam 2 Dini Hari, Keukeh SPBU Swasta Wajib Beli BBM dari Pertamina

“Tadi kan sempat dijelaskan bahwa pernyataan stok atau Cadangan BBM yang hanya 21 hari itu kalau kilang kita tidak berproduksi lagi. Kenyataannya, menurut mereka, banyak kilang PT Pertamina yang masih terus berproduksi dan akan menambang Cadangan BBM dalam negeri. Nah, penjelasan seperti ini harusnya juga disampaikan ke Masyarakat,” paparnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini