“Kalau bisa cukup dengan empat yang benar-benar profesional dan bisa bersinergi, kenapa harus delapan? Kita harus pikirkan efisiensi dan kenyamanan jemaah,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarpenyedia layanan, terutama dalam hal akomodasi dan transportasi, yang selama ini sering menjadi keluhan jemaah.
“Koordinasi antar syarikah harus berjalan. Kalau masih ada yang lamban dan tidak punya standar pelayanan jelas, lebih baik dikeluarkan saja dari daftar mitra,” lanjut Cucun.
DPR, kata dia, akan terus mengawal agar kualitas layanan haji terus membaik dan tidak hanya bergantung pada kesepakatan dengan mitra asing. “Yang utama adalah kepentingan jemaah. Kalau tidak layak, jangan dipaksakan bertahan,” tutupnya.



' +
'