TAJUKNASIONAL.COM Mantan Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) periode 1997–1999, Lukas Luwarso, melontarkan kritik terhadap prosesi penganugerahan gelar adat “Baginda Pemuka Bangsa” kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Lampung.
Ia mengklaim Jokowi justru menjadi pihak yang mengatur jalannya prosesi tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Lukas dalam sebuah siniar yang tayang di kanal YouTube Forum Keadilan pada Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, sejumlah tokoh yang hadir dalam prosesi adat di Bandar Lampung merupakan panitia lokal, sementara penggagas utama acara disebut berasal dari pihak Jokowi.
“Itu beberapa orang yang problematik menjadi panitia lokal karena ketua panitianya Jokowi, dan dia yang impresario (menjadi penyelenggara). Dia menyediakan dana sekaligus mengatur detail-detail yang menodai tata adat itu, yaitu menginjak kepala kerbau,” ujar Lukas.
Baca Juga: DPR RI Dorong Gaji ASN dan PPPK Tetap Aman Meski Dana Transfer Daerah Turun
Prosesi pemberian gelar adat berlangsung di kawasan cagar budaya Kedatun Keagungan, Kota Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026).
Dalam prosesi tersebut, Jokowi menerima gelar “Baginda Pemuka Bangsa” dari perwakilan lima kerajaan adat besar di Provinsi Lampung.
Momen ketika Jokowi menginjak kepala kerbau dalam rangkaian prosesi adat menjadi perhatian publik setelah videonya ramai beredar di media sosial.
Lukas mempertanyakan bagian prosesi tersebut. Berdasarkan referensi yang ia pelajari, tradisi adat Lampung memang mengenal penyembelihan kerbau atau kambing dalam upacara adat, tetapi bukan menginjak kepala hewan tersebut.
“Memotong kerbau atau kambing, tapi biasanya sudah dimakan bareng-bareng, kemudian kepala kambingnya ditaruh di mana gitu, bukan diinjak. Tidak ada presedennya. Ini baru pertama kali.”
Selain itu, Lukas juga menyoroti kehadiran sejumlah tokoh dalam acara tersebut yang menurutnya memiliki rekam jejak hukum sehingga memunculkan pertanyaan terkait penyelenggaraan prosesi.
Dalam pandangannya, prosesi menginjak kepala kerbau memiliki pesan politik. Ia menduga tindakan tersebut dimaksudkan sebagai simbol yang diarahkan kepada PDI Perjuangan, partai yang pernah mengusung Jokowi sebelum hubungan keduanya berakhir.
Lukas juga mengaitkan agenda safari politik Jokowi bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan simbol-simbol yang muncul selama kunjungan di Lampung.
Baca Juga: PDIP Sebut Safari Politik Jokowi Bersama PSI untuk Kampanye Pilpres 2029
Ia menyinggung penyelenggaraan karnaval gajah yang menurutnya memiliki keterkaitan dengan logo PSI.
Menurut Lukas, publik berhak memperoleh penjelasan mengenai makna dari prosesi adat tersebut agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi.
