TAJUKNASIONAL.COM Safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menuai kritik dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Kehadiran Jokowi mengenakan atribut PSI saat memulai kunjungan politik di Lampung dinilai sebagai bagian dari langkah membangun kekuatan politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Ketua DPP PDIP, Guntur Romli, menilai agenda tersebut bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan memiliki tujuan elektoral untuk memperkuat posisi politik keluarga Jokowi pada kontestasi mendatang.
“Itu kampanye politik untuk 2029, buat pemenangan anak-anaknya dia. Gibran yang kemungkinan besar tidak bersama Prabowo lagi. Dan meloloskan PSI yang diketuai oleh Kaesang,” kata Guntur Romli.
Menurut Guntur, hubungan politik antara Jokowi dan PDIP telah berakhir sejak partainya memutuskan memberhentikan Jokowi sebagai kader pada Desember 2024.
Baca Juga: Jokowi Terima Gelar “Baginda Pemuka Bangsa” di Lampung
Karena itu, ia menegaskan langkah politik Jokowi saat ini tidak lagi berkaitan dengan PDIP.
“Hubungan Jokowi dengan PDI Perjuangan sudah berakhir sejak keluar surat DPP PDI Perjuangan yang memecat Jokowi pada 4 Desember 2024. Kampanye politik Jokowi itu tidak akan berdampak pada PDI Perjuangan,” ujarnya.
Ia juga menyebut manuver politik Jokowi lebih banyak menyasar tokoh maupun kader dari partai lain. Karena itu, menurutnya, partai-partai di luar PDIP perlu lebih waspada terhadap dinamika politik menjelang Pemilu 2029.
Selain itu, Guntur menilai safari yang dilakukan Jokowi lebih diarahkan untuk membuka jalan politik bagi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan memperkuat PSI yang kini dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
Di sisi lain, Jokowi menyampaikan bahwa kunjungannya ke Lampung memang bertujuan memberikan motivasi kepada kader PSI agar mampu berkembang menjadi partai dengan struktur organisasi yang kuat di seluruh Indonesia.
“Kalau untuk PSI saya ingin memberikan motivator, kemudian juga memberikan pesan-pesan pentingnya struktural di PSI ini segera komplet, sehingga menjadi sebuah mesin politik yang besar,” ujar Jokowi.
Dalam agenda tersebut, Jokowi tampak mengenakan kemeja dan topi berlogo PSI serta dijadwalkan melakukan safari politik ke sejumlah daerah bersama Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
