Alasan Kapolri Suyudi Gerak Cepat Rombak Pejabat Polri Usai Dilantik

TAJUKNASIONAL.COM Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bergerak cepat melakukan perombakan sejumlah pejabat di lingkungan Polri hanya dua hari setelah dilantik menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Mabes Polri menyebut rotasi tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan organisasi sekaligus mempercepat respons kepolisian terhadap dinamika dan tantangan masyarakat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pergantian sejumlah pejabat merupakan bagian dari upaya menyesuaikan institusi dengan kebutuhan masyarakat.

“Artinya kecepatan sesuai dengan ekspektasi masyarakat terhadap dinamika yang dibutuhkan masyarakat terhadap Polri, ini juga salah satunya untuk menjawab tantangan masyarakat,” kata Trunoyudo di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (3/10/2026) malam.

Polri Ingin Percepat Respons terhadap Masyarakat

Trunoyudo menjelaskan, salah satu penekanan Suyudi setelah menjabat Kapolri adalah memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat.

Menurut dia, prinsip Polri bersama masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Karena itu, perubahan komposisi pejabat di tubuh Polri diharapkan dapat membuat institusi lebih cepat merespons berbagai persoalan yang berkembang.

“Di mana Bapak Kapolri menekankan bagaimana kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat, Polri bersama masyarakat, maka kesempatan ini juga akan membuat dinamika juga semakin cepat sesuai dengan ekspektasi masyarakat,” ujar Trunoyudo.

Dengan demikian, percepatan perombakan pejabat tidak hanya dipandang sebagai pergantian personel, tetapi juga sebagai langkah untuk menyesuaikan organisasi dengan arah kepemimpinan Kapolri yang baru.

88 Pati dan Pamen Dimutasi

Sebelum prosesi pelantikan dan serah terima jabatan, Suyudi telah melakukan mutasi terhadap 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi yang dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Isir dalam keterangannya, Sabtu.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa alasan perombakan tidak hanya berkaitan dengan pergantian pejabat, tetapi juga menyangkut kebutuhan organisasi, pembinaan karier personel, dan penyegaran pelaksanaan tugas.

70 Personel Mendapat Promosi

Dari 88 personel yang dimutasi, sebanyak 70 personel mendapatkan promosi atau menduduki jabatan baru.

Selain itu, terdapat 21 personel yang mendapatkan kenaikan tingkat kepangkatan, termasuk penyesuaian jenjang jabatan bagi sejumlah Pati dan Pamen.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa mutasi yang dilakukan juga menjadi bagian dari mekanisme pembinaan karier di lingkungan Polri.

Rotasi jabatan memberikan ruang bagi sejumlah personel untuk mendapatkan tanggung jawab baru sekaligus menjadi bagian dari penyegaran organisasi.

14 Jabatan Strategis Mabes Polri Berganti

Perombakan tersebut juga menyasar 14 jabatan pejabat utama (PJU) Mabes Polri.

Sejumlah posisi strategis mengalami pergantian, di antaranya Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam), Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kabaharkam), hingga Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam).

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini