Sebanyak 49,8 persen responden menyatakan setuju apabila pemerintah melakukan reshuffle dalam waktu dekat, sedangkan 31,4 persen menyatakan tidak setuju.
Metode Survei Adidaya Institute
Adidaya Institute melaksanakan survei pada 15–21 September 2026 dengan melibatkan 1.240 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.
Pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling dengan teknik systematic sampling. Survei tersebut memiliki margin of error sekitar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil survei menjadi gambaran persepsi responden terhadap kinerja jajaran pemerintahan menjelang dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Meski AHY memperoleh persentase tertinggi dalam penilaian kinerja menteri koordinator, hasil mengenai profesionalitas kabinet dan dukungan terhadap reshuffle menunjukkan adanya pandangan yang beragam di kalangan responden.

