Siapa Anggota DPRD Diduga Intimidasi dr. Icha? PDIP, Golkar, PKB Siapkan Sanksi

TAJUKNASIONAL.COM Kasus dugaan intimidasi terhadap dr. Elisa Princilia Utami Pakaenoni atau dr. Icha yang berujung pada dugaan tekanan psikologis hingga korban mengakhiri hidup terus menjadi perhatian publik.

Sejumlah partai politik kini angkat bicara setelah nama kader mereka disebut dalam dugaan peristiwa tersebut.

Tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang disebut akan dilaporkan keluarga korban berasal dari tiga partai berbeda, yakni Theresius Lazakar dari Partai Golkar, Robert Tubani dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), serta Veronika Lake dari PDI Perjuangan (PDIP).

PDI Perjuangan menjadi partai pertama yang menegaskan komitmennya untuk memberikan sanksi apabila kadernya terbukti melakukan intimidasi terhadap tenaga kesehatan tersebut.

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengatakan sanksi akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan serta tingkat pelanggaran yang dilakukan.

Baca Juga: Kadernya Diduga Terlibat Kasus Kematian dr. Icha, Ini Respon PDIP

“Sanksi sesuai dengan tingkat pelanggarannya, bisa sanksi secara lisan, tertulis sampai pemecatan,” kata Djarot, Senin (29/6/2026).

Sementara itu, Partai Golkar memilih melakukan pendalaman sebelum mengambil keputusan. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan pihaknya telah meminta DPD Golkar untuk memanggil Theresius Lazakar guna memberikan klarifikasi terkait dugaan tersebut.

Meski demikian, Golkar belum ingin berspekulasi mengenai bentuk sanksi sebelum seluruh fakta dan hasil pemeriksaan diperoleh.

“Apakah betul ada intimidasi dan apakah intimidasi itu sampai berujung pada keputusan seseorang untuk melakukan tindakan,” ujar Sarmuji.

Di sisi lain, PKB juga menyatakan akan melakukan langkah internal terhadap kadernya. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Nihayatul Wafiroh, menegaskan bahwa dugaan intimidasi terhadap tenaga kesehatan harus diusut secara profesional, transparan, dan berkeadilan oleh aparat penegak hukum.

PKB memastikan akan segera meminta penjelasan langsung kepada Norbertus Tubani yang disebut ikut terlibat dalam dugaan intimidasi tersebut.

“Kami akan segera memanggil yang bersangkutan untuk tabayyun. Kami pastikan yang bersangkutan akan mendapat sanksi disiplin dari partai jika memang terbukti terlibat,” kata Nihayatul.

Kasus ini bermula setelah dr. Icha ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (26/6/2026). Keluarga menduga korban mengalami tekanan psikologis setelah insiden saat menangani pasien anak korban gigitan ular di RS Leona, Kefamenanu, pada 13 Juni 2026.

Baca Juga:Kronologi Kematian dr. Icha, Dokter NTT yang Diduga Diintimidasi Oknum Anggota DPRD

Rencana pelaporan terhadap tiga anggota DPRD TTU ke Polda NTT dan Badan Kehormatan DPRD kini menjadi bagian dari proses hukum yang tengah dipersiapkan keluarga korban.

Sementara itu, sikap tiga partai politik yang menaungi para legislator tersebut menunjukkan komitmen untuk menunggu proses pembuktian sekaligus menindak kader apabila terbukti melakukan pelanggaran.

Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini