Kronologi Kematian dr. Icha, Dokter NTT yang Diduga Diintimidasi Oknum Anggota DPRD

TAJUKNASIONAL.COM Kasus meninggalnya dokter muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha (27), menyita perhatian publik.

Dokter yang bertugas di RS Leona Kefamenanu itu ditemukan meninggal dunia di kediamannya setelah diduga mengalami tekanan psikologis akibat insiden saat menjalankan tugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Peristiwa yang disebut keluarga menjadi awal guncangan mental dr. Icha terjadi pada 13 Juni 2026 di IGD RS Leona Kefamenanu.

Saat itu, sekitar pukul 12.50 WITA, dr. Icha menerima pasien anak korban gigitan ular hijau yang dirujuk dari RSUD Kefamenanu.

Tidak lama kemudian, dua anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Therensius Lazakar dari Partai Golkar dan Norbertus Tubani dari PKB, datang ke ruang IGD karena pasien tersebut merupakan keponakan Therensius.

Baca Juga: Fakta Kronologi Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa, Dijemput Saat Akan Semhas Doktoral di FK UI

Dalam situasi itu, kedua anggota DPRD disebut berbicara dengan nada tinggi kepada dr. Icha saat proses penanganan pasien berlangsung. Keluarga menilai peristiwa tersebut memberikan dampak psikologis yang sangat berat bagi korban.

“Dari hasil pemeriksaan kesehatan jiwa, almarhum ini mengalami guncangan hebat hingga melakukan percobaan bunuh diri,” ungkap Fabianus Banase, paman sekaligus juru bicara keluarga.

Keluarga kemudian melakukan penelusuran dengan meminta keterangan dari puluhan saksi yang berada di rumah sakit saat kejadian. Mereka mengklaim menemukan fakta bahwa sejumlah saksi mencium aroma minuman keras dari oknum anggota DPRD yang datang ke IGD.

“Setelah kami telusuri, sekitar 23 orang saksi itu (sebut) ada bau miras alkohol saat mereka (anggota DPRD) masuk ke ruang IGD. 23 orang itu siap untuk menjadi saksi ketika kami lanjutkan ke laporan pidana,” kata Fabianus.

Selain mengantongi kesaksian, keluarga mengaku memiliki dokumentasi berupa foto yang diambil saat insiden berlangsung.

Di sisi lain, Therensius Lazakar membantah melakukan intimidasi. Ia mengakui nada bicaranya sempat meninggi karena panik melihat kondisi pasien, namun menegaskan tidak memiliki niat menekan tenaga medis.

“Kami akui dalam situasi itu nada bicara kami memang sempat meninggi karena panik melihat kondisi pasien. Tetapi sama sekali tidak ada niat untuk mengintimidasi dokter,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD lainnya, Veronika Lake, menjelaskan kehadirannya di rumah sakit tidak direncanakan dan membantah ucapan yang viral di media sosial ditujukan kepada dr. Icha secara pribadi.

Baca Juga: Fakta Bos Tambang Bauksit Kalbar Jadi Tersangka, Ini Kronologi Kasus PT Quality Success Sejahtera

Kasus ini mendapat perhatian serius dari Bupati Timor Tengah Utara, Yosep Falentinus Delasalle Kebo. Ia memerintahkan evaluasi terhadap RS Leona, bahkan meminta Dinas Kesehatan membekukan izin operasional rumah sakit karena dinilai tidak memberikan perlindungan yang memadai kepada tenaga medis.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini