SBY Soroti Perang AS-Israel vs Iran Bisa Meluas Jadi Perang Kawasan, Ini Risikonya

TAJUKNASIONAL.COM Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai konflik AS-Israel dengan Iran berpotensi meluas menjadi perang kawasan. Ia menyoroti risiko keterlibatan negara Teluk hingga NATO serta dampaknya bagi ekonomi global.

Gelombang eskalasi di Timur Tengah kembali memunculkan kekhawatiran lama konflik yang bermula dari serangan terbatas dapat berubah menjadi perang kawasan bahkan menyulut efek domino ke berbagai belahan dunia.

Ketika serangan dan balasan kian rapat, yang dipertaruhkan bukan hanya stabilitas keamanan regional, tetapi juga rantai pasok, harga energi, hingga kepercayaan pasar global.

SBY menyebut perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran berpotensi meluas dan membesar menjadi perang kawasan atau regional war.

Baca Juga: SBY Perang di Timur Tengah: Siapa Menang dan Apa Dampaknya bagi Indonesia?

“Kalau peperangan yang ada di Timur Tengah ini meluas, membesar, tentu ada implikasinya pada kehidupan not only di kawasan Timur Tengah, tapi juga di banyak tempat di dunia ini,” ujar SBY dalam siniar SBY Standpoint di kanal YouTube pribadinya, dikutip Rabu (4/3/2026).

SBY mengaku mengikuti secara saksama perkembangan situasi di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir, agar bisa memahami secara utuh dan objektif persoalan yang terjadi. Menurut SBY, jika mencermati perkembangan situasi beberapa hari terakhir, konflik AS-Israel dengan Iran tersebut berpotensi meluas.

“Pertanyaannya bagus, apakah ini bisa meluas? Kalau kita simak what’s going on tiga hari terakhir ini, jawaban saya: bisa. Mungkin sekarang pun sudah mulai meluas, melebar gitu,” ujar dia.

Ia menjelaskan, awalnya konflik hanya terjadi antara Israel dan Iran serta AS dan Iran. Namun, situasi menjadi lebih kompleks ketika negara-negara Teluk ikut terdampak serangan balasan. Bahkan, lanjut SBY, negara-negara Teluk yang semula berupaya bersikap netral akhirnya ikut terlibat setelah menjadi sasaran.

“Tiba-tiba negara-negara teluk yang sebetulnya kalau saya ikuti ingin lebih netral begitu, kemudian sebagaimana yang dijanjikan oleh Iran, kalau negaranya diserang oleh Amerika dan Israel, jangan salahkan nanti Iran kalau melakukan pembalasan dan semua gelar pasukan Amerika di Timur Tengah itu menjadi sasaran. Ternyata itu terjadi betul, sehingga ini yang tadinya boleh dikatakan tidak ikut-ikutan begitu, dipaksa untuk melibatkan diri,” ungkap SBY.

Baca Juga: Ungkap Pesan SBY, AHY ke Kader Demokrat: Loyalitas ke Negara Harus Lebih!

SBY menilai pola saling serang dan balas membuat konflik berubah dari perang terbatas menjadi perang kawasan.

“So, ini betul-betul sekarang sudah menjadi regional war yang saya lihat balas-membalas… Ini menjadi dangerous,” kata SBY, seraya menyebut sejumlah negara Teluk yang terdampak.

Ia juga menyoroti kemungkinan keterlibatan negara di luar kawasan, termasuk anggota NATO, bila serangan meluas.

“Nah, ini masuk enggak Article 5 dari NATO?… Ini kan menjadi lebih berbahaya lagi,” ujarnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini