Dengan kata lain, nada PSI yang tegas bahkan terkesan menutup ruang kompromi dapat dibaca sebagai upaya mengunci framing isu ini bukan soal membatasi nepotisme, melainkan soal menolak diskriminasi.
Namun, di saat yang sama, posisi tersebut juga mengamankan kepentingan PSI agar “pintu peluang” politik tidak dipersempit oleh larangan yang berbasis kekerabatan, bukan pada kapasitas dan pilihan pemilih di bilik suara.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI
