“Talenta lokal harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan pemain kunci di pasar global. Esports bukan lagi sekadar aktivitas hiburan atau buang-buang waktu, Esports merupakan profesi formal yang membutuhkan disiplin, dedikasi, dan intelektualitas,” kata Herindra.
PB ESI di bawah kepemimpinannya juga berencana memperkuat regulasi dan standardisasi, termasuk perlindungan kontrak pemain, standar pembinaan serta aspek kesehatan fisik dan mental atlet.
Herindra juga menilai prestasi esports di tingkat internasional dapat menjadi bagian dari diplomasi digital Indonesia. Pengembangan olahraga tersebut, menurutnya, membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri, komunitas, atlet dan berbagai pelaku ekosistem digital.
