Profil Muhammad Herindra, Eks Wamenhan dan Kepala BIN yang Kini Pimpin PB ESI

Herindra menjadi Wakil Komandan Jenderal Kopassus pada 2013–2015. Setelah itu, ia dipercaya sebagai Komandan Jenderal Kopassus pada 2015–2016.

Kariernya kemudian berlanjut sebagai Pangdam III/Siliwangi pada 2016–2017. Sebelum memasuki jajaran pemerintahan, Herindra juga pernah menjabat Inspektur Jenderal TNI dan Kepala Staf Umum TNI.

BACA JUGA: Profil 8 Tersangka OTT KPK ATR/BPN, Ada Orang Kepercayaan Menteri Nusron Wahid Hingga Eks Bupati

Pernah Menjadi Wakil Menteri Pertahanan

Pada 23 Desember 2020, Herindra dilantik sebagai Wakil Menteri Pertahanan mendampingi Prabowo Subianto yang ketika itu menjabat Menteri Pertahanan.

Herindra menjalankan tugas sebagai Wamenhan hingga Oktober 2024. Pengalamannya di bidang pertahanan kemudian menjadi bagian dari rekam jejaknya ketika namanya diajukan sebagai calon Kepala BIN.

DPR RI menyetujui pencalonan Herindra sebagai Kepala BIN setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan pada Oktober 2024. Ia kemudian ditunjuk menggantikan Budi Gunawan.

Menjabat Kepala BIN

Herindra resmi menjadi Kepala BIN pada Oktober 2024. Sebelum menduduki posisi tersebut, ia memiliki pengalaman di bidang intelijen selama berkarier di TNI.

Pengalaman tersebut antara lain diperoleh ketika Herindra bertugas sebagai Asisten Intelijen di lingkungan Kopassus dan Kodam Jaya. Rekam jejaknya di bidang pertahanan dan intelijen menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum memimpin lembaga intelijen negara.

Pada Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto juga menganugerahkan pangkat jenderal kehormatan kepada Herindra.

Kini Memimpin PB ESI

Pada September 2026, Herindra mendapat amanah baru sebagai Ketua Umum PB Esports Indonesia periode 2026–2030.

Dalam kepemimpinannya di PB ESI, Herindra menyatakan akan mendorong peningkatan kualitas atlet, memperkuat sistem kompetisi, serta membangun jalur prestasi yang lebih jelas.

Menurut Herindra, perkembangan esports Indonesia tidak cukup hanya dilihat dari jumlah pemain atau besarnya pasar gim. Ekosistem nasional juga perlu diperkuat melalui pengembangan game developer, event organizer, content creator, dan platform streaming.

BACA JUGA: Profil Yustinus Prastowo: Sebut Presiden Prabowo Subianto Selamatkan Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Ia menyebut Indonesia memiliki lebih dari 200 juta gamer aktif dan nilai pasar gim yang melampaui US$2 miliar pada 2026.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini