Profil Imran, Eks Dirjen Perumahan Perdesaan Kementerian PKP yang Mundur, Ini Rekam Jejaknya!

TAJUKNASIONAL.COM Nama Imran menjadi perhatian setelah dirinya mundur dari jabatan Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman atau Kementerian PKP.

Pengunduran diri Imran terjadi bersamaan dengan mundurnya Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Azis Andriansyah.

Imran merupakan pejabat berlatar belakang birokrat. Ia diketahui pernah menempati sejumlah posisi strategis di Kementerian Dalam Negeri sebelum bergabung dengan Kementerian PKP.

Pria kelahiran Aceh pada 1973 itu juga pernah dipercaya memimpin daerah sebagai Wali Kota Lhokseumawe dan Bupati Subang.

Baca Juga: Kursi Panas Dirjen Kementerian PKP, Ini Daftar 2 Nama yang Mundur

Dari sisi pendidikan, Imran menempuh studi di Institut Ilmu Pemerintahan, Universitas Padjadjaran, serta La Trobe University di Australia. Latar belakang tersebut memperkuat rekam jejaknya sebagai aparatur pemerintahan yang lama berkecimpung dalam urusan tata kelola daerah dan pelayanan publik.

Saat menjabat Dirjen Perumahan Perdesaan, Imran ikut berada dalam struktur strategis Kementerian PKP yang mengawal agenda besar perumahan nasional. Salah satu program penting yang terkait dengan bidang tersebut adalah Program 3 Juta Rumah, yang ditujukan untuk mengatasi backlog kepemilikan rumah dan rumah tidak layak huni.

Dalam salah satu agenda resmi, Imran pernah menyampaikan bahwa Kementerian PKP berperan sebagai regulator, operator, dan fasilitator dalam pelaksanaan program perumahan.

Sebagai Dirjen Perumahan Perdesaan, posisi Imran berkaitan erat dengan pembangunan rumah di wilayah desa, bantuan stimulan perumahan swadaya, rumah susun, rumah khusus, hingga penanganan kawasan kumuh. Karena itu, mundurnya Imran menjadi sorotan di tengah upaya pemerintah mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat.

Baca Juga: Fakta Penyebab Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur, Maruarar Sirait Sebut Terkait Aturan Polri

Menteri PKP Maruarar Sirait atau Ara belum menjelaskan secara rinci alasan mundurnya Imran. Meski demikian, Ara menegaskan tidak ada persoalan kinerja yang melatarbelakangi mundurnya dua pejabat eselon I tersebut.

“Nggak ada masalah, mereka bagus kan,” kata Ara saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu, 29 April 2026.

Ara juga memuji kinerja Imran dan Azis selama berada di Kementerian PKP. Menurutnya, keduanya telah menjalankan tugas dengan baik.

“Kinerjanya bagus. Kinerjanya bagus sekali,” kata Ara.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini