Setelah itu, Elza mulai menapaki dunia pendidikan hukum dengan kuliah di Universitas Jayabaya. Di tengah kesibukannya menempuh studi, ia tetap menjalankan usaha catering dan kost-kost-an di kawasan Pulo Mas, Jakarta.
Karier Elza di dunia hukum mulai berkembang setelah ia berhasil menangani sejumlah perkara. Salah satu kasus yang pernah ditanganinya adalah kasus Telkom yang dinilai memberikan hasil memuaskan bagi pihak satpam maupun Telkom. Keberhasilan itu semakin menguatkan langkah Elza untuk serius berkarier sebagai pengacara.
Dalam perjalanan kariernya, Elza pernah bergabung dengan Ikatan Warga Satya yang merupakan perkumpulan mantan CPM dan POM AD. Ia kemudian bergabung dengan Kantor Pengacara Palmer Situmorang dan Kantor Pengacara O.C. Kaligis.
Nama Elza semakin dikenal setelah bersentuhan dengan keluarga Cendana, keluarga Presiden RI ke-2 Soeharto. Pembawaannya yang tenang, tidak meledak-ledak, dan simpatik membuatnya mendapat kepercayaan dalam menangani sejumlah perkara.
Baca Juga: [BERITA UTAMA] Prabowo Evaluasi Besar-besaran Program MBG, Dugaan Korupsi Hingga Pemborosan
Kiprah Elza bersama keluarga Cendana diawali dengan menangani kasus tanah perusahaan milik Bambang Trihatmodjo, anak ketiga Presiden Soeharto.
Keberhasilan menangani perkara tersebut turut melambungkan kredibilitas Elza sebagai pengacara.
Selain menangani perkara yang melibatkan tokoh besar dan perusahaan, Elza juga dikenal pernah menangani kasus sejumlah selebritas Tanah Air. Beberapa di antaranya adalah kasus perceraian Kristina, Maia Estianty, dan Tamara Blezynski.
Dengan pengalaman panjang di dunia advokat, Elza Syarief dikenal sebagai figur pengacara senior yang memiliki rekam jejak dalam berbagai perkara besar.
Keputusannya mundur dari tim kuasa hukum Sony Sonjaya dalam kasus dugaan korupsi MBG kembali menempatkan namanya dalam perhatian publik, terutama karena alasan yang ia sampaikan berkaitan dengan dugaan ketidakjujuran klien dan peluang pengajuan Justice Collaborator.
