Mengenai kontroversi keberangkatannya ke Tanah Suci, Kabag Prokopim Pemkab Aceh Selatan, Denny Herry Safputra, menjelaskan bahwa keberangkatan dilakukan setelah kondisi wilayah yang terdampak banjir relatif stabil.
Sebelum umrah, Mirwan dan istri beberapa kali meninjau langsung lokasi terdampak, termasuk di Trumon Raya dan Bakongan Raya, serta menyerahkan bantuan logistik secara langsung.
“Keberangkatan Bupati Aceh Selatan beserta istri menjalani ibadah umrah tentunya setelah melihat situasi dan kondisi wilayah Aceh Selatan yang sudah stabil, terutama debit air yang sudah surut di pemukiman warga,” ujar Denny.
Ia menambahkan, narasi yang menyebut Mirwan meninggalkan rakyatnya saat bencana dianggap tidak tepat karena perhatian dan bantuan pemerintah tetap disalurkan langsung ke masyarakat.
Meski demikian, foto Mirwan di Tanah Suci sempat tersebar luas di media sosial, yang memicu kritik dari berbagai pihak terkait etika kepemimpinan di tengah bencana.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI
