TAJUKNASIONAL.COM Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta aparat penegak hukum melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan teror terhadap seorang pemengaruh atau influencer yang kerap menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
Prasetyo menegaskan, negara tidak menghendaki adanya praktik intimidasi dalam bentuk apa pun, terlebih dalam iklim demokrasi.
“Kita minta semua dilakukan investigasi,” kata Prasetyo saat ditemui di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).
Prasetyo menyampaikan bahwa dugaan teror tersebut harus ditindaklanjuti melalui proses hukum yang transparan dan profesional.
Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya menjaga ruang kritik yang sehat sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.
Baca Juga: Aktivis Lingkungan Ungkap Deforestasi dan Ekspansi Sawit Perparah Bencana Ekologis di Sumatera
Menurutnya, kritik, masukan, maupun koreksi terhadap kebijakan pemerintah merupakan hal yang sah dan justru dibutuhkan.
Namun, penyampaian perbedaan pandangan itu seharusnya dilakukan melalui jalur komunikasi yang telah tersedia dan tanpa disertai tekanan ataupun ancaman.
“Pemerintah tidak menghendaki adanya praktik teror dalam bentuk apa pun. Kalau ada sesuatu, ya disampaikan dengan baik. Tidak ada masalah juga,” ujarnya.
Prasetyo memandang peristiwa ini sebagai bagian dari proses pendewasaan demokrasi di Indonesia.
Ia menilai, perbedaan pendapat semestinya direspons dengan dialog dan argumentasi, bukan dengan intimidasi yang dapat mengancam keselamatan seseorang.
“Marilah kita menjadikan ini sebagai bagian dari upaya mendewasakan diri sebagai bangsa. Perbedaan pandangan itu wajar dalam demokrasi,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh keprihatinan atas dugaan praktik teror tersebut.
Menurut Prasetyo, Presiden menilai tindakan intimidasi semacam itu tidak seharusnya terjadi di tengah masyarakat yang menjunjung kebebasan berekspresi.
Baca Juga: Profil Mugiyanto Sipin, Wakil Menteri HAM Kabinet Merah Putih Yang Dulunya Aktivis 98
“Iya dong, Presiden prihatin. Masa hari begini masih ada begitu-begitu,” ucap Prasetyo.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menerima laporan dugaan teror yang dialami oleh influencer bernama Ramon Dony Adam, yang dikenal dengan nama DJ Donny.
Kepolisian menyatakan akan segera menyelidiki laporan tersebut.
