TAJUKNASIONA.COM Pertanyaan publik mengenai alasan Joko Widodo (Jokowi) baru menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akhirnya mendapat jawaban.
Namun, alih-alih memberikan penjelasan panjang, mantan Presiden RI itu justru menjawab dengan kalimat singkat: “Suka-suka saya dong.”
Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).
Di hadapan kader PSI, Jokowi mengaku kerap menerima pertanyaan mengenai keputusannya baru memperlihatkan kartu keanggotaan partai tersebut kepada publik.
Baginya, tidak ada persoalan mengenai waktu pengumuman karena KTA itu merupakan miliknya sendiri.
“Banyak yang bertanya kok baru ditunjukkan sekarang, ya kan suka-suka saya dong, kan ini kartu milik saya, bahwa saya tunjukkan di Bandung dan Bekasi ini karena momentumnya memang sekarang,” ucap Jokowi.
Jawaban tersebut seolah menutup ruang pertanyaan lebih jauh. Kapan kartu ditunjukkan, menurut Jokowi, sepenuhnya menjadi hak pemiliknya.
Publik pun hanya mendapat penjelasan bahwa waktunya memang sudah tepat.
Politik Momentum, KTA Pun Menunggu Waktu
Jokowi kemudian menjelaskan bahwa keputusan memperlihatkan KTA PSI berkaitan dengan momentum politik.
Pertemuan dengan kader PSI di Bandung dan Kabupaten Bekasi disebut menjadi kesempatan yang tepat untuk menunjukkan keanggotaannya.
“Politik ini kan momentum, momentumnya pas kan ya saya tunjukkan sekarang,” kata dia.
Pernyataan itu menarik perhatian karena Jokowi sebelumnya telah menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025.
Namun, kartu keanggotaannya baru diperlihatkan secara terbuka dalam rangkaian kegiatan partai pada September 2026.
Dengan demikian, keanggotaan yang sudah berlangsung sejak tahun sebelumnya baru memperoleh panggung publik melalui dua agenda konsolidasi PSI di Bandung dan Bekasi.
Bagi Jokowi, hal tersebut merupakan persoalan momentum.
Sementara bagi publik yang menunggu penjelasan, jawaban itu menyisakan satu hal sederhana: alasan keterlambatan pengumuman ternyata tidak lebih dari keputusan pribadi untuk memilih waktu yang dianggap tepat.
Jokowi Tawarkan Sepeda untuk yang Tidak Setuju
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga sempat melontarkan gurauan kepada kader yang tidak setuju dengan keanggotaannya di PSI.
Ia menawarkan hadiah sepeda bagi siapa pun yang berani menyatakan ketidaksetujuan secara langsung.
“Siapa setuju saya memiliki kartu ini? Ada yang tidak setuju, maju, saya beri sepeda,” canda Jokowi.
Ucapan itu disambut tawa para kader yang hadir. Suasana Rakorda pun berlangsung cair, meski topik yang dibicarakan berkaitan dengan identitas politik mantan orang nomor satu di Indonesia.
