Jejak Arifah Fauzi: Dari Ketua Muslimat NU, Jadi Menteri PPPA Hingga Minta Maaf Terbuka ke Publik

TAJUKNASIONAL.COM Nama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menjadi sorotan setelah mengusulkan agar gerbong khusus perempuan pada rangkaian KRL dipindahkan ke bagian tengah.

Usulan tersebut disampaikan setelah insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026.

Arifah menilai posisi gerbong perempuan perlu dievaluasi. Selama ini, gerbong khusus perempuan ditempatkan di bagian paling depan dan belakang rangkaian untuk menghindari penumpukan maupun perebutan tempat.

Namun, setelah insiden tersebut, ia mengusulkan agar posisi gerbong perempuan dipindahkan ke tengah.

“Kalau tadi kami ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh di paling depan dan belakang itu supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kami mengusulkan kalau bisa gerbong perempuan ditempatkan di tengah,” ujar Arifah saat mengunjungi korban di RSUD Bekasi, Jawa Barat.

Baca Juga: Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf soal Pernyataan Gerbong Perempuan KRL

Arifah menjelaskan, posisi tengah dinilai lebih aman dalam situasi darurat. Menurutnya, bagian depan dan belakang rangkaian bisa ditempati penumpang laki-laki, sementara gerbong perempuan ditempatkan di tengah.

“Jadi yang laki-laki di ujung depan dan belakang sementara yang perempuan di tengah,” jelasnya.

Di balik sorotan tersebut, Arifah Fauzi bukan sosok baru dalam dunia organisasi perempuan.

Perempuan bernama lengkap Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si, itu lahir di Madura pada 28 Juli 1969. Ia dikenal memiliki kiprah panjang dalam pemberdayaan perempuan dan masyarakat.

Arifatul menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Jakarta, termasuk di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah As-Syafiiyah Jatiwaringin. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Dakwah IAIN Yogyakarta dan lulus pada 1994.

Pada 2002, Arifatul meraih gelar Magister Komunikasi dari Universitas Indonesia. Pendidikan pascasarjana itu ia tempuh melalui beasiswa Ford Foundation.

Karier organisasi Arifah juga cukup panjang. Ia pernah menjabat Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri NU atau IPPNU DIY pada 1989-1991.

Setelah itu, ia aktif di berbagai organisasi perempuan Nahdlatul Ulama, termasuk Fatayat NU dan Muslimat NU.

Selain aktif di organisasi perempuan, Arifah juga terlibat di Majelis Alimat Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, serta berbagai gerakan sosial.

Baca Juga: Profil Arifah Choiri Fauzi, Menteri PPPA yang Usul Gerbong Perempuan KRL Dipindah

Salah satunya adalah Gerakan Nasional Anti Korupsi yang melibatkan NU dan Muhammadiyah.

Di luar organisasi, Arifah memiliki pengalaman di dunia media dan seni budaya. Ia pernah menjadi produser program televisi religi seperti Syair Dzikir di TPI dan Hikmah Pagi di TVRI.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini