DPR RI Dorong Kemandirian Ekonomi Pesisir Lewat Proyek Nelayan Merah Putih

Menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti Kampung Nelayan Merah Putih menjadi langkah strategis untuk memperkuat rantai nilai perikanan dari hulu ke hilir — mulai dari produksi, pengolahan hingga distribusi hasil laut.

“Tual dan Maluku Tenggara punya potensi luar biasa dalam sektor perikanan tangkap maupun budidaya. Melalui proyek seperti ini, kita ingin agar hasil laut tidak hanya dijual mentah, tapi bisa diolah dan memiliki nilai tambah bagi nelayan dan keluarganya,” jelasnya.

Saadiah menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat lokal menjadi aspek penting dalam proyek ini.

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sepenuhnya melibatkan warga Desa Labetawi sebagai tenaga kerja, sementara bahan bangunan lokal seperti galian C juga dipasok dari wilayah sekitar.

“Ini bentuk pembangunan yang berpihak. Ketika masyarakat ikut terlibat langsung, maka yang kita bangun bukan hanya infrastruktur, tetapi juga rasa memiliki dan kebanggaan terhadap daerah sendiri,” ujar Saadiah.

Baca Juga: DPR RI Dukung Kebijakan Presiden Prabowo Naikkan Gaji Hakim 280 Persen, Dorong Reformasi dan Pengawasan Ketat

Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan di setiap tahap pembangunan agar manfaat proyek benar-benar dapat dirasakan masyarakat nelayan.

Menurutnya, Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan menjadi model pembangunan berbasis potensi lokal yang berkelanjutan dan menumbuhkan kemandirian ekonomi pesisir.

“Saya ingin setiap proyek yang lahir dari aspirasi rakyat benar-benar kembali kepada rakyat. Laut adalah sumber kehidupan, dan nelayan adalah penjaga kesejahteraan bangsa. Mereka pantas mendapatkan dukungan nyata dari negara,” tutup Saadiah dengan optimis.

Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini